Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2015/03/04

Rabu, 4 Maret 2015

Lukas 15:1-10
Mencari yang tersesat dan hilang

Judul: Mencari yang tersesat dan hilang
Di akhir pasal 14 Yesus berkata, "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!" (Luk. 14:35). Kemudian Lukas 15 ini dimulai dengan pemberitahuan bahwa para pemungut cukai dan orang-orang berdosa datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia (1). Namun, orang-orang Farisi dan guru-guru agama justru mengeluhkan hal itu (2). Sebab itu, Yesus mengisahkan tiga perumpamaan, tetapi perumpamaan yang ketiga memiliki penekanan yang berbeda.

Perumpamaan pertama tentang domba yang hilang (4-6). Seekor anjing yang tersesat bisa saja menemukan jalan pulang, tetapi seekor domba tidak demikian. Tersesat sendirian membuat si domba terancam bahaya dari predator yang mengincarnya. Perumpamaan kedua tentang perempuan yang kehilangan salah satu dari sepuluh dirham yang dia miliki (8-9). Kedua perumpamaan ini menekankan hilangnya milik yang berharga. Lalu si pemilik berinisiatif untuk mencari dengan cermat sampai ia menemukan miliknya yang hilang itu. Setelah yang hilang ditemukan, si pemilik bersukacita dan mengajak sahabat-sahabat mereka untuk bersukacita bersamanya.

Jika orang bisa begitu bersukacita atas ditemukannya miliknya yang sebelumnya hilang, Yesus menjelaskan bahwa surga pun bersukacita ketika ada seorang pendosa yang bertobat (7, 10). Ini tidak sejalan dengan sikap orang Farisi yang mengeluhkan sikap Yesus dalam menyambut orang berdosa yang mendatangi Dia. Mengapa mereka tidak mau bersukacita dengan orang berdosa yang bertobat? Itulah yang dijawab oleh perumpamaan yang ketiga, yang akan kita baca besok.

Jika satu dirham dan seekor domba begitu berharga sehingga pemiliknya berupaya keras untuk mencari dan menemukannya, betapa lebih berharganya orang berdosa yang mau bertobat. Jika surga bersukacita atas pertobatan seorang berdosa, maka mencari serta menemukan "domba yang tersesat" dan "koin yang hilang" seharusnya menjadi bagian kita juga, murid-murid Kristus di masa kini.

Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org