Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2014/06/23

Senin, 23 Juni 2014

2 Samuel 10:1-19
Daud, prototipe Kristus

Judul: Daud, prototipe Kristus
"Air susu dibalas air tuba", mungkin itulah gambaran tepat untuk penghinaan yang dilakukan bangsa Amon terhadap pasukan Daud. Mereka diutus Daud untuk menemui Hanun, anak raja Amon, guna menyampaikan bela sungkawa atas wafatnya raja Amon.

Akan tetapi, kebaikan Daud tidak mendapat sambutan yang sebagaimana mestinya. Hanun, anak raja Amon sebelumnya, mendapat masukan dari para pemuka bani Amon. Ia jadi meyakini bahwa utusan raja Daud adalah mata-mata yang akan mengintai negeri mereka. Lalu Hanun mempermalukan pasukan Daud dengan mencukur setengah dari janggut mereka serta memotong pakaian mereka di bagian tengah (4). Padahal bagi pria Yahudi, janggut merupakan simbol kehormatan. Tindakan Hanun ini bagai upaya menabuh genderang perang. Itu disadari oleh Hanun (6), tetapi ia tak mau menempuh jalan damai atau meminta maaf kepada Daud. Ia malah menyewa tentara bayaran untuk menggalang kekuatan (6), karena khawatir bila Daud menuntut balas.

Yoab mendapat mandat dari Daud untuk memimpin pasukan. Lalu ia menyusun strategi dengan membagi pasukannya jadi dua (7-11). Sebagai pemimpin perang, Yoab juga membangkitkan semangat pasukannya (12).

Perang berakhir dengan mundurnya orang Aram dan orang Amon dari medan perang (13). Namun orang Aram masih belum melupakan kekalahan itu. Mereka menuntut balas dengan membawa pasukan yang lebih banyak (16). Daud tentu tidak tinggal diam. Ia pun mengerahkan seluruh orang Israel (17). Maka sekali lagi orang Aram harus melarikan diri dari tentara Israel dengan kerugian yang tidak sedikit (18). Kekalahan ini membuat efek jera bukan hanya pada tentara Aram, melainkan juga pada raja-raja taklukan Hadadezer, raja Aram (19).

Kisah Daud di pasal 8-10 memperlihatkan dirinya sebagai prototipe Kristus. Kasih karunianya kepada Mefiboset dan ketegasannya kepada musuh-musuhnya mengingatkan kita tentang kedaulatan dan kasih Allah. Kasih itu membuat manusia diselamatkan, tetapi kedaulatan-Nya membuat musuh-Nya dibinasakan.

Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org