Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2014/06/11

Rabu, 11 Juni 2014

2 Samuel 3:2-21
Tahu yang benar, bertindak yang benar

Judul: Tahu yang benar, bertindak yang benar
Di televisi ada kalanya terdengar kasus "pencemaran nama baik". Seringkali kasus ini kemudian diikuti tindakan hukum berupa somasi yang diberikan oleh orang, yang merasa bahwa nama baiknya sedang dicemarkan, kepada orang yang dianggap mencemarkan nama baiknya. Mari kita lihat bersama kasus yang terjadi antara Abner dan Isyboset dalam bacaan ini, apakah termasuk pencemaran nama baik?

Entah dari mana, Isyboset mendengar isu tentang perselingkuhan antara Abner dan Rizpa, gundik ayahnya (7). Isu yang kemudian dituduhkan secara langsung oleh Isyboset membuat Abner berang (8). Akibatnya, Abner menyatakan keberpihakannya kepada Daud dan akan mendukung Daud menjadi raja (9-10). Kesungguhan Abner terhadap ucapannya dibuktikan dengan adanya utusan yang dikirim kepada Daud untuk menyatakan dukungannya (12). Daud menyambut positif keinginan Abner dengan syarat agar ia membawa Mikhal, anak perempuan Saul, yang dulu dinikahi Daud (13, bdk. 1 Sam. 18:27). Selanjutnya, Abner mengatur pertemuan dengan tua-tua Israel agar mereka mau mendukung Daud (17-19). Pada dasarnya, orang-orang itu memang menginginkan Daud menjadi raja. Namun mungkin, mereka dihalangi oleh Abner dan Isyboset.

Pernyataan Abner kepada tua-tua Israel saat mencari dukungan bagi Daud terasa janggal. Jika Abner memang tahu bahwa Daud adalah orang yang dipilih oleh Allah untuk menjadi raja, mengapa ia memerangi pasukan Daud sebelumnya? Karena ia ingin mempertahankan kedudukannya! Maka Abner merupakan contoh bagi orang-orang yang tahu kebenaran, tetapi tidak hidup berdasarkan kebenaran itu. Lalu mengapa ia kemudian mendukung Daud? Karena Isyboset telah menyakiti hatinya. Bukan karena ia tahu bahwa Daud adalah orang yang dipilih Allah untuk menjadi raja.

Perilaku Abner menjadi pelajaran penting bagi kita. Ketahuilah apa yang benar dan yang dikehendaki Allah, lalu bertindaklah sesuai kebenaran itu. Jangan hanya karena didorong oleh kepentingan pribadi yang bersifat egoistis.

Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org