Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2012/12/28

Jumat, 28 Desember 2012

Wahyu 10:1-11
Tidak ada penundaan

Judul: Tidak ada penundaan
Bernubuat bagi banyak bangsa, kaum, bahasa, dan raja (11) adalah tugas yang harus dilakukan oleh Yohanes setelah menyaksikan semua peristiwa menjelang ditiupnya sangkakala yang ketujuh. Sebelum tugas itu dilakukan, Yohanes diminta untuk memakan sebuah gulungan kitab yang diberikan oleh malaikat, yang akan terasa manis di mulut, tetapi terasa pahit di perut (8-9). Yehezkiel pun pernah mendapat perintah serupa sebelum ia diperintahkan untuk menyampaikan perkataan Tuhan kepada bangsa Israel (Yeh. 3:3). Perintah ini seolah memberikan gambaran bahwa Yohanes dapat memberitakan firman Tuhan hanya bila ia mengambil gulungan kitab itu. Dengan kata lain, orang harus menerima firman terlebih dahulu di dalam hatinya dan menjadikannya bagian hidup, sebagai prasyarat sebelum ia memberitakan firman.

Walau disebutkan bahwa gulungan kitab itu kecil, yang membawanya adalah malaikat yang kuat (1). Dan meski kecil memberikan kesan seolah tak berarti, isi kitab itu begitu penting untuk disampaikan. Bukan hanya kepada kalangan masyarakat umum saja, tetapi juga kepada raja sebagai pemimpin negara, pengambil keputusan tertinggi dan yang memberikan pengaruh besar bagi bangsa yang dia pimpin.

Akan tetapi, tidak semua yang dinyatakan kepada Yohanes akan dinyatakan kepada manusia, sebab ada juga yang tetap menjadi rahasia Allah (4). Namun ada juga rahasia yang sudah diberitakan Allah kepada hamba-hamba-Nya sebelumnya (7), yang kemudian akan dinyatakan kepada semua orang, yaitu rahasia tentang peristiwa yang akan terjadi sesudah sangkakala ketujuh ditiup.

Sering disebutkan bahwa kesempatan tidak akan datang dua kali, tetapi untuk mempersiapkan penghakimanNya Tuhan sudah memberikan cukup banyak kesempatan bagi manusia untuk bertobat, yaitu sampai ditiupnya sangkakala keenam. Namun kesempatan itu memang akan ada akhirnya, dan pada saat itu tidak akan ada penundaan (6). Maka bagi kita yang telah sering mendengar peringatan Allah, jangan abaikan. Datang kepada-Nya adalah jalan terbaik.

Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/santapanharian/home.php?d=2012/12/28/

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org