Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2011/06/18

Sabtu, 18 Juni 2011

Judul: Berani bersaksi
Hasil khotbah Petrus menghasilkan dua respons yang bertolak belakang. Ada sekitar 2.000 orang Yahudi yang percaya kepada Yesus sehingga jemaat bertambah menjadi sekitar 5.000 orang laki-laki. Sebaliknya para pemimpin agama Yahudi menolak dengan penuh amarah dan berusaha untuk menghentikan pemberitaan tentang kebangkitan Yesus. Berita ini bertentangan dengan doktrin orang Saduki bahwa tidak ada kebangkitan tubuh (Kis. 23:6-8). Sebab itu mereka menangkap dan memenjarakan Petrus dan Yohanes. Namun itu tidak menghambat 2.000 orang tersebut untuk percaya dan bersekutu dengan orang percaya di Yerusalem.

Petrus dan Yohanes menghadapi sidang Sanhedrin, yang sebelumnya telah menjatuhkan hukuman mati kepada Yesus (lihat Luk. 22:63-71). Petrus, yang pernah ketakutan dan menyangkal Yesus, tampil penuh keberanian dan dengan kuasa Roh Kudus menjawab dua pertanyaan dari Sanhedrin menyangkut sumber kuasa dan atas nama siapakah mereka bertindak. Ia mengemukakan bahwa dalam nama Yesuslah mukjizat terjadi. Sanhedrin tidak dapat menyangkal kesaksian Petrus. Bahkan Petrus menunjukkan dosa mereka karena membunuh Yesus, Mesias mereka. Namun Allah telah membangkitkan Dia. Sebab itu Yesus Kristus hidup dan sekarang bekerja di dalam dan melalui jemaat-Nya dengan Roh Kudus-Nya. Mereka bagaikan para tukang bangunan yang menolak dan membuang Yesus sebagai batu dasar yang penting (11; Mzm 118:22). Namun Yesus adalah batu penjuru yang berharga bagi bangunan umat Allah, dan menjadi pokok keselamatan satu-satunya bagi mereka yang mau bertobat dan percaya kepada Dia (12). Hanya dalam nama Yesus, orang percaya akan sembuh dari penyakit dosa dan diselamatkan.

Kita harus meneladani para murid, yang dengan berani menyatakan kebenaran dan dengan kuasa Roh Kudus bersaksi bahwa Yesus adalah Juruselamat manusia satu-satunya. Biarlah hambatan, penganiayaan, ancaman, penjara, dan kematian sekalipun tidak menghalangi kita.

Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/santapanharian/home.php?d=2011/06/18/

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org