Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2011/06/10

Jumat, 10 Juni 2011

Kisah Para Rasul 1:6-11
Kesempatan untuk menjadi saksi

Judul: Kesempatan untuk menjadi saksi
Philip Yancey, dalam bukunya "Bukan Yesus yang Saya Kenal", mencoba menjawab pertanyaan tentang yang dilakukan Yesus setelah naik ke surga. Mungkin kita akan menjawab bahwa Yesus naik ke surga untuk menerima kemuliaan dan duduk kembali di takhta suci-Nya. Itu benar, tetapi menurut Yancey, tak hanya itu. Kenaikan Yesus memberikan kesempatan bagi orang percaya untuk menjadi saksi-Nya.

Dalam perikop ini kita belajar tentang tugas, kuasa, dan jangkauan seorang saksi Tuhan. Tugas saksi Tuhan adalah memberitakan kebenaran tentang Tuhan Yesus. Bukan tentang gereja, tentang diri sendiri, atau tentang keunggulan faham teologis yang yang kita anut. Tugas menjadi saksi merupakan tugas semua orang Kristen, bukan hanya rohaniwan. Jemaat pun harus memberitakan Injil (lihat Kis. 8:1b, 4).

Tugas menjadi saksi tidaklah mudah. Maka Tuhan Yesus memberikan 'kuasa' (Yunani: dunamis, yang berarti kekuatan yang besar). Kuasa itu berasal dari Roh Kudus. Jadi kemampuan dalam bersaksi bukan berasal dari kefasihan berbicara atau metode yang kita pakai.

Jangkauan seorang saksi adalah seluruh pelosok bumi. Para murid menganggap bahwa kerajaan Allah terbatas untuk bangsa Israel atau orang-orang Yahudi saja, hal ini terlihat dari kata-kata 'kerajaan bagi Israel' (6). Tuhan Yesus mengoreksi kesalahan mereka dengan mengatakan bahwa mereka harus menjadi saksi, bukan hanya di Yerusalem dan Yudea saja, tetapi juga di Samaria, dan sampai ke ujung bumi (8). Urut-urutan tersebut menunjukkan bahwa pemberitaan Injil tidak dibatasi hanya pada daerah-daerah tertentu, tetapi dimulai dari tempat kita masing-masing sampai ke seluruh pelosok bumi ini, sehingga semua orang mendengarkan Injil.

Sudahkah kita menggunakan setiap kesempatan yang Tuhan berikan untuk bersaksi? Mari kita mulai dari 'Yerusalem' kita masing-masing, yaitu keluarga, tempat kerja, sekolah/kampus atau lingkungan kita. Ingat, keberhasilan dalam pemberitaan Injil bukan pada kemampuan kita dalam berbicara, sepenuhnya bergantung kepada kuasa Roh Kudus.

Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/santapanharian/home.php?d=2011/06/10/

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org