Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2011/05/06

Jumat, 6 Mei 2011

Kejadian 9:18-29
Bijak bertindak

Judul: Bijak bertindak
"Mr. Bean" adalah sebuah film komedi yang berkisah tentang seorang pria yang sering kali melakukan kesalahan atau tindakan konyol, yang mengundang tertawaan para penonton. Memang ada kesalahan-kesalahan tertentu yang memancing tawa kita bila melihatnya. Malah kadang kala kita seolah ingin berbagi kelucuan dengan menceritakannya kepada orang lain.

Di awal kisahnya, Nuh dikenal sebagai orang benar dan hidup bergaul dengan Allah (Kej. 6:9). Namun anggur yang dia tanam kemudian menjadi awal sebuah bencana lain di dalam hidupnya. Ia mabuk dan terbaring telanjang di dalam kemahnya (21). Bila sebelumnya Nuh dikenal sebagai orang yang tidak bercela di antara orang sezamannya (Kej. 6:9), saat itu ia melakukan tindakan tercela yang berdampak memalukan sebagai akibat anggur yang menguasai dirinya.

Kejatuhan Nuh ternyata membuat orang lain tersandung juga. Ham, anak Nuh, yang melihat ayahnya berada dalam kondisi demikian, tidak dapat menahan diri untuk tidak menceritakan hal itu kepada kedua saudaranya yang lain, yaitu Sem dan Yafet (22). Berbeda dengan Ham, Sem dan Yafet berupaya menutupi aurat ayahnya dengan tidak melihatnya (23).

Bagi Nuh, tindakan Ham merupakan suatu kesalahan besar. Ia sama sekali tidak berupaya melindungi martabat ayahnya, melainkan menceritakan hal yang memalukan itu kepada orang lain. Dapat dipahami bila kemudian Nuh menjatuhkan kutukan atas Ham (25-27).

Bagaimana sikap kita ketika melihat orang lain melakukan kesalahan yang tidak disadari atau kegagalan yang tidak disengaja? Apakah kita merasa senang atau malah menyebarluaskan kisahnya kepada orang lain? Seberapa besar ketertarikan kita mendengarkan suatu skandal, misalnya anggota jemaat yang berselingkuh sehingga rumah tangganya terancam keretakan? Seharusnyalah kita berduka melihat saudara seiman kita jatuh ke dalam dosa. Bila memungkinkan, jadilah teman yang akan mengingatkan dia. Setidaknya doakan dia.

Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/santapanharian/home.php?d=2011/05/06/

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org