Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2010/12/10

Jumat, 10 Desember 2010

Ratapan 1
Rahasian sukses: andalkan Tuhan!

Judul: Jangan sampai dihukum
"Ah..." sebuah kata yang menandakan penyesalan membuka kitab ini dan memberi petunjuk tentang bagaimana seharusnya kita memahami kitab ini. Di dalam pasal 1 ada lima kali frase "keluh kesah" (atau secara harfiah "erangan, mengerang") digunakan (4, 8, 11, 21, 22). Sungguh tragis, ratu yang dulunya begitu terhormat (bnd. Yer. 2:2) kemudian jadi orang yang terbuang dan hina (kata "jajahan" di ayat 1 secara harfiah bisa diartikan sebagai budak/pekerja rodi).

Seluruh pasal 1 menggambarkan kondisi Israel yang dihukum Tuhan dengan tidak tanggung-tanggung. Ia bukan sekadar menelantarkan kondisi yang sudah baik, tetapi menunggangbalikkan setiap tatanan yang ada dan mengorek kehormatan Israel sampai ke akar-akarnya sebagaimana digambarkan dalam ayat 5, mereka yang dulu adalah musuh kini berkuasa atas Israel. Karena dosa Israel yang mengabaikan Tuhan dan tidak menghiraukan kekudusan-Nya, maka Tuhan menyerahkan Israel ke dalam aib yang memalukan.

Bangsa yang hidup dalam kekudusan semu, dengan nabi-nabi dan imam-imam yang bertindak sesuka hati, kini mendapati diri mereka berada di dalam kubangan kenajisan yang melekat pada diri mereka begitu rupa sehingga akal budi mereka pun tak kuasa menanggungnya (9). Beban itu begitu berat, seakan tak ada harapan atau masa depan bagi mereka.

Separuh dari pasal pertama (1-11) dituliskan oleh Yeremia dari sudut pandangnya sendiri sebagai orang pertama. Lalu bagian kedua (12-22) ditulis dengan personifikasi Yerusalem sebagai "aku". Api yang dikirim Tuhan hingga ke dalam tulang (13), kekuatan yang dihisap habis hingga melumpuhkan (14), dan kebinasaan yang ditimpakan kepada para pemimpin (19), mengingatkan kita bahwa ketika Tuhan memilih kita untuk menjadi umat-Nya, kita dituntut untuk hidup menurut standar Tuhan. Jika kita bermain mata dengan ketidakbenaran dan hidup dalam kekudusan semu, Ratapan 1 memperingatkan kita bahwa Dia tidak akan segan-segan menghajar kita demi kebaikan kita sendiri (bnd. Ibr. 12:10; Why. 3:19).

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org