Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2010/11/30

Selasa, 30 November 2010

2 Tawarikh 29:1-36
Pemimpin yang takut akan Allah

Judul: Pemimpin yang takut akan Allah
Keberadaan seorang pemimpin sangat mempengaruhi kehidupan orang-orang yang dia pimpin. Setelah dipimpin oleh Raja Ahas, yang hidupnya tidak menyenangkan hati Allah, Yehuda kemudian dipimpin oleh Hizkia, yang hidupnya berbeda jauh dibandingkan dengan hidup ayahnya, Ahas. Hizkia hidup dengan menyenangkan hati Tuhan.

Berbeda dengan Ahas, kita dapat melihat kasih Hizkia kepada Allah melalui perhatiannya pada bait Allah. Ahas telah menutup bait Allah (6-7) dan mendirikan pusat penyembahan kepada Allah lain di tanah itu (28:24-25). Namun Hiz-kia membuka kembali bait itu dan memperbaikinya agar bisa digunakan sebagaimana mestinya (3, 5). Sebagai raja, ia ingin bangsanya kembali kepada Allah (10). Maka hal berikut yang dia lakukan adalah memerintahkan kaum Lewi untuk melakukan pentahiran bait Allah, termasuk perkakas yang dibuang pada masa pemerintahan Raja Ahas (11-18). Lalu ibadah pun dimulai. Korban bakaran dipersembahkan di atas mez-bah (24) dan puji-pujian bagi Tuhan dilantunkan (29-30). Semua rakyat bersukacita atas apa yang terjadi saat itu (36).

Sungguh besar pengaruh Raja Hizkia sehingga terjadi perubahan radikal dalam kehidupan rakyat. Bila sebelumnya rakyat berbalik dari Allah, kini rakyat kembali kepada Allah. Rakyat serta para pemimpin kota, para imam dan kaum Lewi, semuanya bergerak seiring dengan pembaruan yang Hizkia sedang kerjakan.

Kita tentu senang bila memiliki pemimpin yang memiliki visi dan misi yang jelas. Visi dan misi yang mengarah pada suatu perubahan yang membawa pembaruan. Pembaruan untuk meninggalkan keterpurukan iman, untuk mencelikkan mata hati yang buta, yang mendorong hati untuk terbuka pada kasih dan karya Allah. Kita perlu berdoa agar bangkit pemimpin-pemimpin yang demikian di lingkungan gereja dan masyarakat kita. Kita pun perlu mempersiapkan orang-orang muda agar suatu saat kelak mereka menjadi pemimpin, yang bukan hanya ingin dihormati, tetapi yang melayani.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org