Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2010/10/15

Jumat, 15 Oktober 2010

2 Samuel 21:1-22
Kehormatan nama Allah

Judul: Kehormatan nama Allah
Tuhan memang selalu melindungi kita dari orang-orang yang berlaku jahat. Dia tidak akan pernah membiarkan kita. Namun bagaimana bila kita yang berlaku keliru terhadap orang lain? Apakah Tuhan akan memperbolehkan kita melakukan hal itu?

Ternyata kelaparan yang menimpa negeri Israel selama tiga tahun merupakan hukuman Allah karena Saul telah membunuh orang-orang Gibeon (1). Dalam Yosua 9, orang-orang Gibeon telah menipu Israel supaya orang Israel mau mengadakan perjanjian dengan mereka. Maka Israel terikat dengan sumpah atas nama Tuhan dalam perjanjian dengan orang Gibeon (Yos. 9:19). Ternyata Saul melanggar sumpah tersebut dengan membunuh orang-orang Gibeon, demi kepentingan bangsanya (2). Di mata Allah, ini merupakan kesalahan. Sebagai hukuman, orang-orang Gibeon menuntut agar tujuh keturunan laki-laki Saul digantung (9).

Mungkin kita menganggap bahwa orang orang Gibeon tersebut sangat sadis. Bayangkan, nyawa tujuh keturunan Saul! Namun kita harus menyadari juga bahwa dalam dunia purba, pelanggaran perjanjian harus dibayar dengan nyawa. Karena Saul telah melanggar perjanjian tersebut dan menghilangkan banyak nyawa orang Gibeon, maka Tuhan menganggapnya Saul telah berhutang darah (1). Murkanya Allah memperlihatkan kepada kita bahwa Dia tidak pernah membenarkan kesewenang-wenangan manusia yang satu terhadap manusia lainnya. Ia tidak suka bila umat-Nya menganggap remeh perjanjian yang telah dilakukan dengan bersumpah dalam nama Tuhan. Itu berarti mereka meremehkan Tuhan.

Lihatlah bagaimana Tuhan memperhatikan kita juga dalam relasi kita dengan pihak lain. Meski pun kita adalah anak-anak-Nya, Tuhan tidak mengizinkan kita berbuat sesuka hati kita. Kita tidak boleh melakukan ketidakadilan atau bertindak sewenang-wenang. Mengingkari janji pun bukan perbuatan yang disukai Tuhan.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org