Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2010/10/12

Selasa, 12 Oktober 2010

2 Samuel 19:9-23
Menyelesaikan dengan kasih

Judul: Menyelesaikan dengan kasih
Bagaimana kita biasanya menyelesaikan konflik dengan berbagai pihak? Daud menunjukkan bahwa kelapangan dada dan kesediaan menerima orang, merupakan solusinya.

Walau Absalom telah mati dan tentara Israel telah kembali ke kemahnya (8b), bukan berarti Daud dapat dengan mudah mengklaim takhtanya kembali. Ternyata suku-suku utara, yang pro-Daud, lebih cepat bertindak untuk mengembalikan Daud ke takhtanya (9-10). Sedangkan Yehuda, suku Daud sendiri, yang dahulu pertama kali mengangkat Daud sebagai raja (2Sam. 2:4), masih belum bertindak. Namun Daud tidak putus asa. Ia juga tidak kehilangan akal. Daud bertindak strategis dengan mengutus Zadok dan Abyatar untuk membujuk orang Yehuda bertindak (11-12). Ia juga menjanjikan kepada Amasa, panglima perang Absalom, jabatan sebagai panglima perang Daud, menggantikan Yoab. (13). Strategi Daud berhasil. Ia berhasil merebut hati orang Yehuda sehingga mereka meminta Daud untuk kembali (14).

Hikmat Daud juga terlihat saat Daud bersedia mengabulkan permintaan Simei untuk tidak menghukum dia, karena kesalahannya pernah mengutuki Daud. Waktu itu Daud sedang berada dalam pelarian dari Absalom (2Sam. 16:5-8). Daud menyatakan bahwa ia tak akan membunuh Simei (23).

Sikap Daud terhadap suku Yehuda yang telah mengkhianati dia, terhadap Amasa yang mendukung pemberontakan, bahkan terhadap Simei yang mengutuki dia adalah sikap seorang pemimpin yang bijak. Ia bersedia merendahkan dirinya dan merangkul semua pihak, demi keamanan dan kesejahteraan seluruh bangsa.

Kita perlu mencontoh Daud. Memang tidak mudah menerima kembali orang-orang yang pernah bersalah kepada kita. Namun kita harus belajar bahwa pembalasan dendam hanya akan membawa kehancuran, tetapi pemulihan hubungan membuat banyak pihak merasakan kasih dan damai sejahtera. Dengan kesadaran bahwa kita sendiri adalah orang berdosa, kita harus mengampuni orang yang bersalah kepada kita.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org