Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2010/10/11

Senin, 11 Oktober 2010

2 Samuel 18:33-19:8
Jangan dilumpuhkan kesedihan

Judul: Jangan dilumpuhkan kesedihan
Kesedihan adalah bagian yang tidak terelakkan dalam hidup. Kita tidak dapat memutuskan untuk tidak bersedih, karena memang "ada waktu untuk menangis" (Pkh. 3:4). Namun kita dapat memutuskan bahwa kesedihan tidak sampai melumpuhkan kita.

Kematian Absalom melahirkan kepedihan yang begitu dalam di hati Daud (18:33). Sedemikian berdukanya Daud sehingga tentaranya yang pulang dari medan perang masuk kota diam-diam, seperti baru saja kalah perang (19:3). Padahal tentara yang menang perang biasanya akan disambut dengan sorak sorai oleh warga kota. Sungguh ironis.

Mengapa Daud begitu sedih? Karena Daud hanya terfokus pada fakta bahwa Absalom, anaknya, mati. Ia tidak melihat sisi lain, yaitu realitas bahwa Absalom adalah pemberontak dan pengkhianat, yang ingin merebut takhta ayahnya sendiri. Daud juga begitu bersedih karena dia tahu bahwa kematian anaknya merupakan bagian dari hukuman Allah terhadap dia karena telah berzinah dengan Batsyeba dan kemudian membunuh suaminya, Uria. Daud tentu masih ingat perkataan nabi Natan, "Pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya" (2Sam. 12:9-10).

Memperhatikan hal itu, Yoab menegur Daud dengan keras, karena kesedihan Daud berarti mempermalukan orang-orang yang telah menyelamatkan nyawanya. Padahal mereka sendiri mempertaruhkan nyawa mereka untuk membela Daud. Teguran Yoab menyadarkan Daud untuk bangkit dari kedukaan (19:8). Daud harus mengendalikan diri karena dia adalah pemimpin. Banyak hal yang harus diatur dan banyak orang yang membutuhkan kepemimpinannya (8).

Bersedih adalah sesuatu yang normal, yang mungkin dialami oleh setiap orang. Namun membiarkan diri dilanda kesedihan dapat melumpuhkan kita sehingga kita kehilangan kesempatan untuk melihat bahwa Allah, di dalam kasih karunia-Nya, berkenan mengangkat kesedihan kita. Ia juga akan mengaruniakan penghiburan yang menguatkan kita.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org