Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2010/10/10

Minggu, 10 Oktober 2010

2 Samuel 18:19-32
Kemenangan yang hampa

Judul: Kemenangan yang hampa
Seperti makan buah simalakama, begitulah Daud menantikan berita dari medan perang. Di satu sisi Daud tentu ingin pemberontakan Absalom diberantas, tetapi di sisi lain ia tidak ingin anaknya celaka dalam peperangan. Di satu sisi ia akan kehilangan kerajaannya jika kalah, dan mungkin saja ia akan dibunuh, tetapi di sisi lain, jika tentaranya menang kemungkinan besar Absalom akan celaka.

Kemenangan atas Absalom merupakan anugerah besar yang Allah berikan kepada Daud. Tak heran bila Ahimaas melihat kemenangan tersebut sebagai keadilan yang Allah berikan kepada Daud (19). Maka ia begitu bersemangat untuk menyampaikan kabar baik tersebut kepada raja. Namun Yoab tahu bahwa kematian Absalom bukanlah kabar yang akan menyenangkan Daud. Oleh karena itu ia tidak mau kabar tersebut disampaikan oleh Ahimaas. Dua kali Yoab berusaha mencegah Ahimaas (20, 22). Namun Ahimaas bersikeras sehingga akhirnya Yoab mengizinkan Ahimaas pergi juga (23).

Benar saja dugaan Yoab. Berita kemenangan yang disampaikan oleh Ahimaas (28) tidak membuat Daud tertarik. Begitu pun berita tentang keadilan yang Allah telah berlakukan bagi Daud di medan perang (31) tidak menjadi perhatian utama bagi Daud. Daud pun sama sekali tidak menanyakan hasil dari peperangan yang dilakukan para prajuritnya. Yang menjadi fokus perhatian Daud yang terutama adalah kabar tentang keselamatan Absalom (29, 32).

Bijaksanakah Daud sebagai pemimpin? Kita tidak bisa sepenuhnya mengatakan bahwa Daud kurang bijak, karena bagaimana pun yang mati adalah anaknya sendiri. Bila Anda sudah memiliki anak, Anda pasti bisa merasakan apa yang dirasakan Daud. Walaupun anak Anda mendukakan hati Anda, Anda tentu tidak bisa melupakan dia begitu saja. Begitu jugalah hati Allah, Bapa kita, terhadap kita, anak-anak-Nya. Hati-Nya senantiasa tertuju kepada kita walaupun kita berulang kali menyakiti hati-Nya. Ia selalu merindukan kita kembali kepada Dia.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org