Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2009/05/19

Selasa, 19 Mei 2009

Roma 7:1-12
Dari Taurat ke kasih karunia

Judul: Dari Taurat ke kasih karunia
Keterikatan seseorang pada Hukum Taurat, yang digambarkan Paulus sebagai hukum perkawinan, merupakan keterikatan seumur hidup. Selama kedua belah pihak hidup maka keterikatan itu tetap berlaku. Hanya kematian salah satu pihak yang dapat membebaskan pihak lainnya dari ikatan hukum itu.

Kita tidak lagi hidup di bawah kewajiban untuk memelihara Hukum Taurat karena persekutuan kita dengan Kristus (ayat 1-6). Jika kita menempatkan diri kita di bawah Taurat (ayat 7-25) berarti kita masih hidup di bawah kuasa Taurat dan bukan berdasarkan kasih karunia. Paulus merasa perlu menjelaskan hubungan orang percaya dengan Taurat ini karena umat cenderung melihat ketaatan pada hukum sebagai tolok ukur kesalehan. Maka Paulus telah menjelaskan sebelumnya bahwa Taurat tidak memiliki kontribusi apa-apa dalam pembenaran orang percaya (Rm. 3:20). Kematian Kristus di kayu salib membebaskan orang percaya dari ikatan Hukum Taurat. Meski demikian, perlu dipahami bahwa penebusan yang Kristus lakukan bukan bertujuan meniadakan Hukum Taurat, tetapi menggenapinya. Contoh keteladanan Kristus semasa pelayanan-Nya menunjuk cara-cara yang benar dalam menerapkan hukum itu, yakni bukan dijalankan secara legalistis. Hukum Taurat itu baik, tapi mempunyai keterbatasan. Taurat memang menjelaskan apa yang benar dan mana yang tidak benar. Namun Taurat tidak berkuasa membenarkan atau menyucikan orang. Padahal bagi manusia berdosa, apa yang dilarang justru menarik minat untuk dicoba. Ini yang membuat Paulus berkata, \'sesudah datang perintah itu, dosa mulai hidup\' (Rm. 7: 9).

Lalu jika orang percaya tidak berada di bawah pengaruh Taurat, bagaimanakah hubungan kita dengan Taurat? Karena kita telah mati bersama Kristus maka hukum tidak lagi berkuasa atas kita (band. Rm. 6:14). Kita tidak harus lagi hidup sesuai Taurat melainkan berdasarkan kasih karunia Allah dan dengan pengucapan syukur akan kebaikan Allah.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org