Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2009/05/12

Selasa, 12 Mei 2009

Roma 4:1-15
Pembenaran, kasih karunia, iman

Judul: Pembenaran, kasih karunia, iman
Untuk memperkuat argumentasi mengenai pembenaran yang hanya didapat dengan kasih karunia oleh iman, Paulus menjadikan Abraham dan Daud sebagai contoh. Keduanya adalah orang Yahudi dan merupakan tokoh yang sangat dihormati orang Israel.

Israel tahu perjalanan iman Abraham, bapak leluhur mereka (ayat 1). Kisah hidup Abraham memperlihatkan berbagai tin-dakan yang dia lakukan sebagai respons terhadap janji, karya, maupun perintah Allah. Maka Abraham disebut bapak orang beriman. Walau demikian Abraham tidak memiliki dasar untuk bermegah karena ia dibenarkan oleh iman, bukan oleh tindakan (ayat 2-5). Tindakannya lahir dari imannya kepada Allah. Maka jelas bahwa pembenaran yang dialami Abraham sama sekali bukan hasil perbuatan baik, tetapi karena anugerah Allah. Abraham dapat diibaratkan sebagai orang yang tidak bekerja, tetapi dapat upah. Selain itu Paulus menjelaskan bahwa Abraham dibenarkan saat ia belum disunat. Baru empat belas tahun kemudian Abraham disunat (Kej. 17:24-26). Sunat adalah tanda iman Abraham. Jelas bahwa sama seperti perbuatan baik, sunat bukanlah syarat agar orang dapat menikmati janji-janji Allah (ayat 10-11). Imanlah yang menjadi dasar pemberian janji kepada Abraham bahwa ia akan memiliki dunia. Bukan Hukum Taurat (ayat 13-15).

Paulus juga menjadikan Daud sebagai referensi. Jika Abraham mewakili masa patriark, Daud mewakili masa kerajaan. Jika Abraham hidup sebelum pemberlakuan Taurat, Daud hidup di bawah Taurat. Karya Daud yang dikutip Paulus menyatakan bahwa orang yang dibenarkan Allah adalah orang yang diberkati (ayat 6-8).

Disadari atau tidak, orang zaman sekarang pun masih banyak yang mengandalkan perbuatan baik agar berkenan di mata Allah. Perbuatan baik dalam hubungan dengan orang lain maupun dalam bentuk berbagai ritual agama. Bila anggapan ini pun masih ada dalam benak kita, kiranya penjelasan Paulus membuka pikiran kita.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org