Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2009/04/03

Jumat, 3 April 2009

Markus 14:43-52
Ciuman tipu muslihat

Judul: Ciuman tipu muslihat
Siapa orang yang paling malang di dunia ini? Ia yang mengaku diri sebagai pengikut Kristus dan terlibat dalam berbagai pelayanan, tetapi akhirnya kehilangan hak waris kerajaan Allah karena menjual Yesus demi hal lainnya. Inilah yang terjadi dengan Yudas, murid Tuhan Yesus, yang telah bersama-sama melayani dengan Tuhan. Hanya karena uang, ia menyerahkan Kristus dengan sebuah ciuman.

Mengapa Yudas mengkhianati Yesus? Karena ia cinta uang (ayat 10-11), bukan cinta Yesus. Motivasi Yudas mengikut Yesus bukan karena kasih. Motivasi Yudas adalah keuntungan diri sendiri. Lalu bagaimana dengan ciuman Yudas pada Yesus? Pada waktu itu orang biasa menyalami seorang rabi dengan sebuah ciuman, sebagai tanda hormat dan sayang terhadap guru yang sangat dikasihi. Ciuman itu mengandung makna sebagaimana seseorang mencium orang yang dia kasihi. Yudas memanggil Yesus "Rabi", lalu mencium Dia (ayat 45), seolah-olah saat itu ia menghormati Yesus lebih daripada biasanya. Ciuman Yudas ternyata ciuman tipu muslihat. Ciuman itu palsu karena bukan kasih yang menjadi alasannya, melainkan sebagai tanda menjual Yesus kepada para musuh-Nya. Itulah ciuman seorang pengkhianat. Ini adalah hal yang sangat suram dan paling buruk dalam seluruh cerita Injil.

Kita mungkin merasa sudah sangat mengasihi Tuhan dengan rajin pergi ke gereja atau aktif terlibat dalam pelayanan. Bahkan mungkin kita banyak menghabiskan waktu untuk berbagai kegiatan kerohanian. Kita pun senang menyanyikan lagu-lagu rohani yang berisi pujian kepada Tuhan. Namun pertanyaannya adalah, apakah itu semua kita lakukan berdasarkan kasih yang tulus dan murni, sebagai rasa hormat dan kasih kita kepada Dia? Atau karena ada motivasi lain dibalik semua itu? Biarlah pengalaman Yudas menjadi peringatan bagi kita. Marilah dengan jujur kita memeriksa diri kita, iman kita, dan hati kita di hadapan Tuhan. Jangan sampai Tuhan menjumpai kepalsuan dalam diri kita. Kiranya Dia hanya melihat kemurnian iman dan ketulusan hati kita.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org