Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2009/01/21

Rabu, 21 Januari 2009

Keluaran 9:1-7
Hanya Dia Allah sejati

Judul: Hanya Dia Allah sejati
Sudah empat tulah menimpa Mesir. Mulai tulah keempat, umat Israel sudah mulai dipisahkan untuk tidak menga-laminya (ayat 4). Namun Firaun masih terus berkeras hati. Ia tetap tidak mau tunduk. Mengapa Firaun belum menanggapi secara serius kekacauan akibat tulah-tulah tersebut?

Umat Israel sejak dahulu beternak. Itulah pekerjaan utama mereka. Bagi peternak, tulah sampar, yaitu sejenis antraks, adalah ancaman serius bagi ternak mereka. Kehilangan ternak berarti kehilangan tunjangan ekonomi yang bisa berakibat fatal. Lain dengan Mesir. Penghasilan Mesir yang terutama berasal dari bercocok tanam. Walaupun hewan-hewan ternak mereka musnah oleh tulah sampar, hasil bumi mereka belum terganggu. Jadi Firaun tidak melihat adanya bahaya serius yang mengancam mereka. Tulah-tulah itu belum dianggap sebagai malapetaka nasional yang akan mengakibatkan krisis pangan yang serius. Ia tidak menyadari bahwa tulah-tulah itu, meski perlahan tapi pasti, sedang menghancurkan seluruh sendi kehidupan bangsanya.

Sebenarnya dengan memusnahkan ternak-ternak orang Mesir, Tuhan sedang menyatakan kuasa-Nya dengan mengalahkan dewi Hathor dan dewa Apis. Dewi Hathor digambarkan berkepala sapi. Sedangkan Apis, dewa banteng, adalah simbol dari kesuburan. Kepercayaan Mesir terhadap banyak dewa telah dihancurkan oleh Tuhan dengan tulah itu. Dengan penyakit ternak itu, Tuhan mencelikkan mata bangsa Mesir bahwa sebenarnya dewa-dewi mereka tidak ada. Sesembahan mereka hampa dan tak berkuasa, karena ketika Tuhan mendatangkan penyakit sampar pada ternak, dewi Hathor dan dewa Apis tidak sanggup menolong mereka.

Hanya Dia saja Allah sejati. Sebab itu jangan mau ditipu oleh ilah-ilah yang nampaknya perkasa, tetapi sebenarnya mati. Kepercayaan Anda akan sia-sia belaka. Jangan tunggu sampai semua sendi kehidupan Anda diremukkan oleh kekeraskepalaan Anda menolak Allah sejati demi ilah palsu. Sekarang waktunya untuk percaya dan bersandar pada Dia.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org