Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2009/01/15

Kamis, 15 Januari 2009

Keluaran 7:8-13
Proses pengerasan hati

Judul: Proses pengerasan hati
Hal apa yang menghalangi seseorang untuk percaya dan tunduk kepada Tuhan? Pikirannya yang rasional, yang hanya mau percaya dan menerima sesuatu yang bisa diterima oleh akal budinya? Ataukah gengsinya yang besar, yang menolak untuk tunduk kepada siapa pun, termasuk kepada Tuhan?

Apa yang menghambat Firaun untuk percaya dan tunduk pada kedaulatan Tuhan? Sekilas sepertinya Firaun masih sangat mengandalkan ilah-ilah yang selama ini dia sembah dan terbukti dapat diandalkan oleh bangsa Mesir. Itu sebab-nya ketika Musa memeragakan kedahsyatan Tuhan di ha-dapan Firaun dengan mengubah tongkat menjadi ular, Firaun segera memerintahkan para ahli sihir dan orang-orang berilmu untuk mendemonstrasikan kekuatan spiritual yang sama. Namun ular dari tongkat Harun ternyata menelan ular-ular jejadian Mesir (ayat 12). Terbukti bahwa Allah Israel lebih berkuasa daripada ilah-ilah Mesir.

Sayang sekali, Firaun tetap menolak memercayai Allah Israel. Firaun berkeras hati tidak mau mendengarkan Tuhan walau tanda kedahsyatan Tuhan menyolok di depan mata. Hal itu akan terus terulang dalam perjumpaan-perjumpaan berikut antara Musa-Harun dengan Firaun. Berbagai tulah yang kemudian menimpa Mesir menunjukkan bahwa ilah-ilah Mesir pada hakikatnya mati! Allah Israel adalah Allah sejati dan yang berkuasa atas segala hal di muka bumi ini. Masalah bagi Firaun adalah gengsinya sebagai raja, yang bagi kepercayaan Mesir adalah anak dewa. Gengsi inilah yang membawa pengerasan hati Firaun untuk tunduk dan mengakui Allah Israel.

Banyak orang terjebak gengsi. Mereka menolak mengakui diri membutuhkan Tuhan. Tanpa disadari mereka sedang mengeraskan hati dari belas kasih Tuhan yang nyata lewat serangkaian kesempatan berjumpa dengan Dia. Sungguh mengerikan bila suatu saat, pengerasan hati itu sekaligus menjadi penghukumannya!

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org