Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2008/10/26

Minggu 26 Oktober 2008

Yehezkiel 20:18-32
Setia Allah vs pemberontakan umat

Judul: Semakin jauh dari Tuhan
Seperti bapak, demikian anak. Apa yang generasi pertama lakukan, ternyata diulang lagi oleh generasi kedua. Hal ini menjadi perhatian perikop hari ini. Berulang kali disebutkan bahwa Israel telah melanggar hari Sabat (ayat 13, 16, 21, 24). Mengapa Sabat begitu penting? Sabat adalah pemberian Tuhan agar Israel mengingat bahwa mereka terikat pada perjanjian-Nya. Dengan menerapkan perintah Sabat, Israel menyadari jati dirinya sebagai umat perjanjian. Akibat tidak menerapkan Sabat, Israel hidup sembarangan dan bahkan melakukan dosa-dosa seperti yang dilakukan oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah.

Tuhan dalam kemurkaan-Nya hendak membinasakan mereka, tetapi sekali lagi, oleh karena kekudusan nama-Nya, Ia tidak membinasakan mereka (ayat 22). Namun sesuai dengan ikatan perjanjian-Nya, mereka harus mengalami penghukuman berupa pembuangan ke negeri asing (ayat 23). Mereka akan mengalami seperti ditinggalkan Tuhan (ayat 31), dan diserahkan kepada nafsu-nafsu dosa yang memperbudak mereka seperti dulu mereka menjadi budak di Mesir. Semuanya ini Tuhan sengaja lakukan agar mereka menjadi sadar betapa jauh dan menyimpangnya hidup mereka dari jalan yang Tuhan sudah tetapkan.

Seperti hari Sabat bagi Israel, demikian hari Minggu buat kita, umat Kristen. Hari Minggu adalah pemberian Tuhan agar kita mengingat akan Perjanjian baru yang Yesus selenggarakan untuk kita menjadi milik Allah. Yesus sudah bangkit dan menyatakan kuasa-Nya untuk menyelamatkan dan memelihara kita. Melalui merayakan Minggu sebagai hari ibadah, jati diri kita sebagai milik Kristus terpelihara. Melalaikan hari Minggu, dapat membuat kita ikut-ikutan dunia ini, bahkan diperbudak oleh hawa nafsu kedagingan dan keduniawian. Ingat semakin kita jauh dari Tuhan, semakin kita kehilangan kendali untuk hidup kudus dan berkenan kepada-Nya. Apakah harus menunggu sampai hukuman Tuhan dijatuhkan baru mau bertobat?

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org