Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2008/04/19

Sabtu, 19 April 2008

Hakim 3:12-31
Otoritas Tuhan

Judul: Otoritas Tuhan
Tuhan tidak membiarkan umat-Nya bermain-main dengan dosa. Sepeninggal Otniel, Israel kembali "melakukan apa yang jahat di mata Tuhan" (ayat 12a). Tidak diceritakan apa kejahatan Israel, tetapi jelas sesuatu yang serius karena komentar itu diulang lagi (ayat 12c). Oleh karena itu Tuhan harus menghukum mereka.

Dengan sengaja penulis Hakim-Hakim memakai kata "... Eglon, raja Moab diberi TUHAN kuasa atas orang Israel, ..." (ayat 12b). Ini berarti hak menghukum ada pada Tuhan, sedangkan Moab yang bersekutu dengan Amon dan Amalek hanya merupakan alat Allah. Tindakan kejam yang berlebihan, yang menyimpang dari izin Tuhan tentu akan menuai hukuman juga. Itu rupanya yang terjadi.

Maka melalui Ehud (ayat 15), Tuhan menyatakan kedaulatan-Nya untuk membebaskan Israel dari penindasan Moab, sekaligus menghukum Eglon. Apakah tindakan Ehud yang memperdaya Eglon hingga tewas di ujung pedangnya adalah tindakan yang sesuai dengan perintah Allah? Dengan kata lain, apakah Ehud bertindak \'licik\' ataukah \'cerdik\'? Beberapa penafsir menyatakan bahwa yang dilakukan Ehud adalah sah karena situasinya adalah peperangan. Bahwa para musuh tidak menyadari kalau Ehud bertangan kidal (ayat 15b) bukanlah kesalahan Ehud. Justru itulah senjata rahasianya. Bahwa Ehud menyatakan pesan rahasia buat Eglon (ayat 19) bukanlah kebohongan melainkan kenyataan berita penghukuman Allah. Tindakan Ehud yang kreatif dibenarkan karena kedaulatan Allah tidak meniadakan tanggung jawab dan tugas manusia.

Tuhan memakai berbagai cara dan orang untuk menyatakan kedaulatan-Nya. Berbagai bencana baik yang berskala lokal, nasional bahkan internasional, seperti perubahan iklim karena pemanasan global mungkin tanda peringatan bagi umat manusia yang merusak alam milik-Nya. Mungkin Tuhan \'memakai\' teroris berkedok agama untuk menyadarkan kepongahan dan kebebalan gereja.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org