Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2007/12/22

Sabtu, 22 Desember 2007

Ester 8:1-17
Hukum kasih vs pembalasan

Judul : Hukum kasih vs pembalasan Memang Haman, otak kejahatan di balik rencana pemusnahan bangsa Israel sudah binasa. Namun surat perintah yang dikeluarkan raja atas tipuan Haman untuk membinasakan bangsa Yahudi masih berlaku. Surat perintah itu tidak bisa dibatalkan karena ada meterai raja di atasnya (ayat 8b). Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah pelaksanaan hukum tersebut? Hanya dengan mengeluarkan hukum baru, yang sama berkuasanya dengan hukum yang lama tadi. Hukum baru ini memberi kesempatan pada orang Yahudi untuk membela diri mereka sendiri.

Sifat hukum ini bukan untuk pembalasan dendam melainkan untuk pembelaan diri (ayat 11). Mordekhai, orang dibalik penulisan hukum ini (ayat 9), menunjukkan diri sebagai orang beriman. Meski ia telah berjasa menyelamatkan hidup raja, ia tidak mengangkat hal itu sebagai kesempatan untuk \'unjuk gigi\' dan balas dendam. Bagi Mordekhai, penghukuman atau pembalasan adalah hak Tuhan (Rm. 12:19). Apakah melalui peristiwa ini kita mendapatkan pelajaran bahwa orang Kristen boleh membela diri ketika hendak diserang dan dicelakakan oleh musuh? Kita harus ingat bahwa tindakan pembelaan diri tidak selalu berwujud perlawanan angkat senjata. Tuhan Yesus menasihati para murid-Nya agar cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati (Mat. 10:16). Paulus memberi suatu contoh yang baik. Sebagai warga negara Roma, ia menggunakan haknya untuk mendapatkan pengadilan yang adil ketika diperlakukan dengan tidak benar di penjara Filipi (Kis. 16:37), maupun di Kaisarea (Kis. 22:23-29, 25:10-11).

Oleh karya penebusan Kristus, kita dipanggil untuk men-jalankan hukum yang lebih mulia lagi, yaitu hukum kasih. Kristus tidak membalas kita setimpal dengan dosa kita, melainkan memberi diri sebagai korban untuk menggantikan hukuman dosa itu. Oleh karena itu, kita harus meminta hikmat dan kekuatan dari Tuhan agar ketika kita dianiaya atau hendak dicelakakan, kita menyatakan pengampunan dan bahkan membalas mereka dengan kebaikan (Mat. 5:38-44).

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org