Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2007/12/17

Senin, 17 Desember 2007

Ester 3:1-15
Jangan sombong

Judul : Jangan sombong Meski bangga akan kedudukan yang telah diterima dari raja (ayat 1), Haman tetap merasa tidak puas bila masih ada orang yang tidak menghormati dia (ayat 2-5). Haman menganggap dirinya sukses bila orang lain pun menganggap dia sukses dan patut dihormati.

Bagi Mordekhai sendiri, Haman bukan orang yang pantas dihormati. Haman adalah keturunan Agag, raja orang Amalek (ayat 1Sam. 15:8). Amalek adalah musuh Israel dari generasi ke generasi (Kel. 17:14-16). Dalam kesadaran diri sebagai orang Israel, Mordekhai tidak mau berlutut di depan Haman. Kebanggaan diri Haman pun terkoyak. Ia memanfaatkan raja untuk menghabisi bangsa Yahudi (ayat 6-12). Mungkin Haman mengira bahwa semua orang Yahudi bersikap sama seperti Mordekhai. Maka dengan tuduhan yang tidak sepenuhnya benar, Haman menggugat bangsa Yahudi di hadapan raja. Memang benar bahwa Yahudi adalah bangsa yang hidup terasing di kerajaan Persia, serta memiliki hukum sendiri (ayat 8). Namun tidak benar bila dikatakan bahwa mereka tidak mematuhi hukum kerajaan Persia. Penolakan Mordekhai untuk bersujud di hadapan Haman bukanlah perlawanan terhadap hukum kerajaan Persia, melainkan karena ia menjunjung harga diri bangsanya. Raja Ahasyweros yang tidak menangkap maksud Haman, menyetujui usulan Haman (ayat 11). Ia mengira bahwa Haman bermaksud memberantas kaum pemberontak yang membahayakan kerajaan. Lalu diumumkanlah suatu peraturan untuk menghabisi bangsa Yahudi (ayat 13-14). Penduduk Susan gempar (ayat 15)! Bagaimana mungkin orang Yahudi yang selama ini ada di tengah mereka, harus dibunuh? Gila hormat dan terlukanya sebuah kesombongan dapat melahirkan kebencian yang membahayakan nyawa orang lain.

Sukses membuat orang merasa lebih mampu dibandingkan orang lain. Sukses cenderung melahirkan kesombongan yang membuat orang merendahkan orang lain. Sebab itu pandanglah kesuksesan sebagai karunia Allah yang melahirkan tanggung jawab yang lebih besar.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org