Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2007/11/11

Minggu, 11 November 2007

Amsal 25:1-14
Sikap hidup

Judul : Sikap hidup Tuhan bisa memakai siapa saja sebagai alat-Nya, termasuk orang yang tidak pernah diperhitungkan sekalipun. Hal ini terlihat bagaimana Allah memakai pegawai-pegawai Hizkia menerbitkan \'himpunan Salomo\', tentu saja dengan ilham Ilahi. Pegawai-pegawai Hizkia mempunyai sikap taat akan apa yang diperintahkan raja (ayat 1). Keterlibatan pegawai Hizkia dalam menyusun amsal-amsal Salomo (ayat 25:1-29:27) sekitar tahun 715-686 sM adalah semasa kebangunan rohani yang dipimpin oleh raja yang takut akan Allah itu.

Tuhan menginginkan manusia mempunyai hubungan yang baik dengan Tuhan, apa pun jabatannya, sekali pun orang tersebut berkedudukan sebagai raja atau penguasa (ayat 2-3). Jika hubungan para pemimpin dengan Tuhan baik maka pemimpin dapat menjalankan kekuasaannya berdasarkan keadilan, kebenaran, dan kemurahan (ayat 4-5). Penguasa seharusnya menyadari bahwa semua jabatan yang ada berasal dari Tuhan. Semua itu merupakan kepercayaan yang Tuhan berikan untuk dijaga dan dipelihara, bukan sebuah legalitas untuk bertindak sewenang-wenang. Demikian juga rakyat harus bisa menjaga sikap sewaktu berhadapan dengan penguasa (ayat 6-7). Sikap yang kita tunjukkan akan menentukan siapa kita di hadapan para penguasa (lih. Luk. 14:8-11). Kalau kita baik maka kita akan mendapatkan tempat terhormat. Begitu pula sebaliknya, jika kita bersikap tidak baik tentu kita tidak akan dihargai. Kita juga harus bersikap baik pada sesama, dengan siapa pun kita berhadapan, agar kita memperoleh berkat Tuhan (ayat 9-10). Sikap ini dapat ditunjukkan dalam berbagai aspek. Baik perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya (ayat 11) atau menjadi penasehat yang bijaksana (ayat 13). Dengan demikian kita dapat menjadi berkat bagi orang lain hingga terwujud persekutuan yang indah (Luk. 18:1-18).

Dengan memperhatikan semua itu, marilah kita bercermin: bagaimana sikap kita selama ini? Apakah sudah menjadi berkat atau masih harus banyak belajar? Belum terlambat bagi kita untuk berubah!

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org