Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2007/11/04

Minggu, 4 November 2007

Amsal 21:15-31
Hikmat dalam berbagai segi

Judul : Hikmat dalam berbagai segi Respons orang terhadap keadilan memperlihatkan karakter mereka (ayat 15). Yang dimaksud bukan hanya orang-orang yang bekerja di bidang hukum atau yang berkaitan dengan keadilan saja. Setiap orang seharusnya menghargai keadilan dan bertindak dengan adil di dalam seluruh segi kehidupannya. Tidak perlu takut berurusan dengan keadilan, dan jangan pula mengolok-olok keadilan. Sebab itu jangan mengabaikan hikmat. Orang yang tidak peduli akan hikmat berarti menghancurkan hidupnya (ayat 16).

Hikmat juga terlihat melalui kesukaan orang dalam bersenang-senang (ayat 17). Sebenarnya tidak ada yang salah dengan bersenang-senang. Namun jika tidak terkendali maka kemiskinanlah yang akan datang menyerbu. Orang yang bijak tidak akan menghabiskan hartanya begitu saja (ayat 20). Ia tahu bahwa ia harus mempersiapkan masa depannya. Tidak seperti pemalas yang enggan mengeluarkan keringat untuk bekerja (ayat 25). Ia hanya mengharapkan bantuan orang lain. Sesungguhnya ia sedang menghancurkan hidupnya.

Selain membuat orang menjadi bijak dalam mengelola harta, hikmat memampukan orang untuk merencanakan strategi yang brilian agar dapat memenangkan perang (ayat 22). Artinya hikmat dapat mengalahkan kekuatan fisik. Dengan hikmat, orang dapat menjadi bijak dalam mengontrol perkataan. Bila demikian, orang akan terhindar dari kesulitan yang dimunculkan akibat perkataan yang sembrono (ayat 23). Orang memang harus mengatakan apa yang benar, baik, dan menyenangkan. Hindari perkataan yang salah, pahit dan bersifat menjatuhkan orang lain. Juga jangan sombong (ayat 24). Orang yang sombong mungkin saja akan menolak Tuhan, atau paling tidak menolak untuk belajar dari hikmat.

Hidup benar bukan hanya ditunjukkan lewat ibadah yang dilakukan secara rutin (ayat 27). Orang yang beribadah harus hidup dengan bersumber dan bermuara pada kebenaran. Maka ibadah harus disertai pertobatan yang terwujud dalam perilaku yang mencerminkan kebenaran dan keadilan.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org