Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2007/08/04

Sabtu, 4 Agustus 2007

Yakobus 2:21-26
Memisahkan iman dengan perbuatan?

Judul: Dwitunggal tak terpisahkan Menunjuk pada kehidupan Abraham dan Rahab, Yakobus menegaskan bahwa iman yang dibenarkan adalah iman yang melahirkan perbuatan benar dan perbuatan itu membuat iman mereka jadi sempurna (21-22).

Abraham menaati perintah Allah agar mengorbankan Ishak (Kej. 22). Rahab, meski dengan sedikit informasi, telah bertindak menyembunyikan mata-mata Israel di rumahnya (Yos. 2:9, 11). Kedua perbuatan tersebut adalah ketaatan pada perintah Allah, dan membuat mereka dibenarkan. Apakah berarti mereka diselamatkan melalui perbuatan? Abraham dibenarkan ketika menerima dan memercayai janji Allah (Kej. 15:6). Dalam Kej. 22:2, saat Abraham akan mengorbankan Ishak, Allah berkomentar bahwa Abraham sungguh takut akan Allah. Bukan maksud Yakobus mengajar bahwa orang dibenarkan dan diperhitungkan selamat melalui perbuatan. Yakobus tidak menolak keutamaan iman untuk keselamatan. Yang ia tolak adalah iman sebatas pengetahuan, dan tanpa ungkapan nyata di dalam perbuatan. Iman menghasilkan perbuatan, perbuatan menyebabkan iman termanifestasikan.

Maksud Allah pada iman manusia adalah agar rencana penyelamatan dan pengudusan-Nya tergenapi dalam diri orang beriman. Iman tanpa perbuatan adalah mati karena tidak ada dinamika yang membuat orang maju dalam perbuatan yang serasi dengan Tuhan (26). Seperti halnya untuk menjadi manusia perlu tubuh dan roh demikian juga untuk hidup sesuai rencana Allah, manusia harus memiliki iman yang berbuat atau perbuatan yang termanifestasikan dari iman. Keduanya tak boleh dipisah!

Belajar dari teks ini, kita diingatkan untuk mencapai pertumbuhan iman menuju keserupaan dengan Kristus. Tak ada kata berhenti bagi pembelajaran iman. Jerih payah untuk menampakkan perbuatan iman harus terfokus pada pertumbuhan iman. Keberhasilan dalam berbuat baik bukan untuk ditonjolkan, melainkan agar kita bersyukur kepada Dia yang setia mendorong kita agar tetap melakukan kebaikan.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org