Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2007/07/01

Minggu, 1 Juli 2007

Bilangan 12:1-15
Hikmat dalam perilaku

Judul: Hormati juga hamba Tuhan Menjadi pelayan Tuhan tidak membuat orang kebal dari isu atau hasutan yang biasanya menimpa orang yang bekerja di bidang bisnis atau politik. Bak pohon yang makin tinggi makin sering diterjang angin, begitulah pelayan Tuhan sering mendapat sorotan dan menjadi sasaran rasa iri. Musa pun mengalaminya. Malah hasutan itu ditiupkan oleh saudaranya sendiri yaitu Miryam dan Harun (1-2). Mungkin mereka iri karena otoritas yang dimiliki Musa. Mereka menganggap posisi mereka sama dengan Musa.

Bagaimana Musa menghadapi isu tersebut? Musa tidak bereaksi. Ia adalah seorang yang berhati lembut (3). Kelembutannya tentu lahir dari kedekatannya dengan Tuhan (7-8). Maka tidak ada yang dia lakukan untuk menyanggah serangan kata-kata Miryam dan Harun. Tuhanlah yang kemudian bertindak. Campur tangan Tuhan memperlihatkan pentingnya masalah ini bagi Dia. Ia mempertemukan ketiga orang tersebut dan membuka isu itu di dalam terang firman-Nya (4-8). Tuhan memang menyatakan firman-Nya secara khusus kepada Musa, lebih istimewa daripada kepada nabi lain (6-8). Tuhan memang memilih Musa untuk mengemban tugas membebaskan bangsanya keluar dari Mesir. Itu sebabnya Tuhan menjadi murka dan menghukum Miryam dengan kusta (9-10). Mungkin Miryamlah "otak" dari hasutan ini. Melihat hal itu, Harun menyatakan penyesalannya dan meminta belas kasihan Musa. Lalu Musa, pria yang lembut hati itu, datang kepada Tuhan dan memohon kesembuhan atas diri Miryam (11-13). Namun, Tuhan tetap menginginkan Miryam dihukum selama tujuh hari (14-15).

Bagi para pelayan Tuhan kisah ini menjadi penghiburan yang menguatkan: Tuhan memperhatikan dan turun tangan membela pelayan-Nya. Ini juga menjadi peringatan keras bagi sesama hamba Tuhan untuk tidak saling bersaing, tetapi saling mendukung dan menghormati. Menghormati Tuhan adalah juga berarti menghormati hamba-hamba yang telah Dia pilih.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org