Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2007/03/11

Minggu, 11 Maret 2007

Lukas 19:1-10
Ia menerima yang ditolak

Judul: Ia menerima yang ditolak Pemungut cukai adalah orang Yahudi yang bekerja pada pemerintah Roma. Oleh karena itu mereka dianggap sebagai pengkhianat oleh orang-orang sebangsanya.

Zakheus adalah salah satu dari mereka. Tidak heran bila ia termasuk orang yang ditolak oleh kebanyakan orang. Apalagi sudah menjadi rahasia umum bila sebagai pemungut cukai, ia memperkaya diri dengan memeras bangsanya sendiri atau dengan menggelapkan cukai. Tetapi kini Yesus menyatakan mau menumpang di rumahnya (5). Tentu saja sikap Yesus ini membuat orang banyak bersungut (7). Bagi mereka, kesediaan Yesus menumpang di rumah Zakheus adalah ungkapan penerimaan, sementara mereka menganggap Zakheus tidak pantas menerimanya. Padahal tindakan Yesus menunjukkan hal yang lebih dahsyat. Dengan bersedia menumpang di rumah Zakheus, Yesus sesungguhnya sedang menyatakan bahwa anugerah Allah berlaku juga atas orang yang banyak dosa dan dibuang oleh sesamanya. Itu sebabnya Ia datang ke dunia, yaitu untuk mencari dan menyelamatkan yang sesat (10). Zakheus pun bersukacita menerima Yesus (6). Pertemuan dengan Yesus membuat ia sadar bahwa hidupnya perlu diubah. Sebagai respons dari penyambutan Yesus atas dirinya, ia memberikan setengah dari hartanya untuk dikembalikan pada orang miskin dan ganti rugi empat kali lipat pada orang-orang yang telah diperasnya (8). Itulah bukti pertobatannya! Itulah bukti bahwa anugerah Allah telah mengubah hidupnya. Iman dan bukti pertobatan tersebut adalah tanda bahwa ia orang beriman, anak Abraham (9).

Dalam lingkungan masyarakat kita pun, biasanya ada orang-orang tertentu yang dipinggirkan. Mungkin karena status sosial, gaya hidup atau tingkah laku mereka. Dengan melihat sikap Yesus terhadap Zakheus, kiranya kita mau belajar untuk mengasihi dan menerima mereka. Mereka pun perlu merasakan Kabar Baik bahwa Yesus datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang, dalam sikap terbuka kita terhadap mereka.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org