Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2007/03/05

Senin, 5 Maret 2007

Judul: Nazir Nazir, yang bisa berarti terpisah, adalah sebutan bagi orang yang berikrar bahwa ia akan dikhususkan (dipisahkan) bagi Allah. Laki-laki atau perempuan bisa saja berikrar menjadi nazir bila ingin mendedikasikan dirinya dalam pelayanan kepada Allah. Nazir bisa berlaku seumur hidup, seperti Simson, Samuel atau Yohanes Pembaptis. Mereka dipersembahkan oleh orang tua mereka untuk melayani Allah, bahkan sebelum mereka lahir (Hak. 13:5; 1Sam. 1:11; Luk. 1:15). Nazir juga bisa bersifat temporal, artinya seseorang untuk sementara mempersembahkan waktunya untuk melayani Allah.

Ada tiga syarat bagi seorang nazir. Pertama, nazir tidak boleh makan segala sesuatu yang berasal dari pohon anggur, baik buahnya atau makanan/minuman yang diolah dari buah anggur (3-4). Sebab anggur melambangkan kenikmatan yang memabukkan dan daya tarik penyembahan berhala (band. Hos. 3:1, kismis: buah anggur yang dikeringkan). Nazir harus berpantang dari segala sesuatu yang memabukkan supaya dapat menguasai diri sebagai seseorang yang dikhususkan bagi Allah. Kedua, nazir tidak boleh memotong rambutnya (5). Bagi nazir, rambut yang tumbuh adalah tanda dirinya milik Allah yang mempersembahkan diri untuk melayani dengan segala kekuatan. Ketiga, nazir tidak boleh melakukan kontak fisik dengan mayat orang, siapapun dia (6-7). Tetapi bila dalam kondisi tak terduga dia tersentuh mayat maka dia harus menyucikan dirinya (8-12). Nazir memang harus hidup dalam kekudusan karena dia melayani Allah. Bila waktu kenazirannya habis, ia harus memberikan persembahan kepada Allah sebagai ungkapan syukur karena telah memenuhi nazarnya (13-20).

Sekarang memang tidak ada istilah nazir. Dan kita tidak perlu menjadi nazir untuk menjalani hidup kudus. Sebagai umat tebusan Kristus, kita telah dikuduskan oleh darah-Nya. Maka memelihara kekudusan dan hidup melayani Dia seharusnya menjadi ciri umat milik Kristus.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org