Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2007/03/04

Minggu, 4 Maret 2007

Bilangan 5:11-31
Kekudusan pernikahan

Judul: Kekudusan pernikahan Kekudusan dalam pernikahan penting untuk dipelihara. Dalam konteks bangsa Israel saat itu, agar berkat Allah tetap tercurah atas mereka.

Bila seorang suami mencurigai istrinya telah berlaku tidak setia (12-14) maka, entahkah si istri terbukti atau tidak terbukti bersalah, si suami harus membawa istrinya kepada imam dan membawa persembahan tepung jelai sebagai korban cemburuan (15). Ini menandakan bahwa si suami mengharapkan keadilan Allah atas kejahatan yang telah dilakukan istrinya. Imam akan menguraikan rambut perempuan itu dan meletakkan korban cemburuan ke telapak tangan si perempuan (18). Lalu imam akan menyumpah perempuan itu dengan sumpah kutuk (19-22). Setelah itu si perempuan harus meminum air kudus yang telah dibubuhi debu dari lantai Kemah Suci (17, 23-24). Bila kemudian terjadi perubahan dalam dirinya sebagai akibat meminum air itu, itulah bukti bahwa si perempuan bersalah (27). Namun bila tidak ada perubahan apapun, perempuan itu terbukti suci (28). Entahkah si istri terbukti atau tidak terbukti bersalah, si suami tidak akan disalahkan karena kecemburuannya (31).

Bagi kita yang hidup sekarang, peraturan ini tampak berat sebelah. Pengikut feminisme (gerakan wanita yang menuntut persamaan hak antara wanita dan pria) akan memprotes ketidakadilan gender ini: apakah si istri berhak melakukan hal yang sama bila ia mencurigai suaminya telah berlaku tidak setia? Memang tidak. Karena bangsa Israel mengikuti garis otoritas yang ditetapkan Allah: laki-laki bertanggung jawab kepada Allah dan perempuan bertanggung jawab kepada suami atau ayahnya. Peraturan tadi merupakan pedoman bagi umat Allah dalam menangani masalah ketidaksetiaan seorang istri. Bila suami yang tidak setia, Allah sendiri yang akan menjadi Hakimnya (band. Ibr. 13:4). Maka bila Allah sendiri menghendaki kekudusan pernikahan, tentunya pasangan suami istri yang sudah dipersatukan oleh Allah juga harus saling menjaga kekudusan pernikahannya.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org