Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2007/02/03

Sabtu, 3 Februari 2007

Lukas 11:1-4
Merindukan pemerintahan Allah

Judul: Merindukan pemerintahan Allah Sebagaimana Yohanes, Tuhan Yesus juga diminta oleh para murid-Nya untuk mengajarkan doa (1). Doa Bapa Kami versi Lukas ini agak berbeda dengan versi Matius yang biasa diucapkan bersama dalam kebaktian jemaat di Indonesia ini. Doa ini merupakan pola yang bisa kita ikuti. Kita bisa mempelajari poin-poin penting dari dalamnya.

Penyebutan Bapa (2) menunjukkan pengakuan adanya hubungan yang erat dengan Allah yang Mahatinggi. Ini dimungkinkan karena adanya kelekatan orang percaya dengan Tuhan Yesus sebagai Anak Manusia. Pengharapan akan datangnya Kerajaan Bapa menyiratkan adanya pengakuan akan kekudusan dan kedaulatan Allah sebagai Raja. Di dalamnya terkandung pernyataan kerinduan untuk memberlakukan apa yang dianut, yaitu hukum-hukum Kerajaan Allah. Lalu ada permohonan akan makanan (jasmani) yang secukupnya. Permohonan ini dibarengi dengan permohonan pengampunan dosa. Dosa adalah pelanggaran terhadap perintah Allah dan berakibat putusnya relasi dengan Allah. Dosa dapat dihilangkan dengan penebusan hukuman atau pengampunan. Juga ada permohonan untuk dijauhkan dari pencobaan, karena banyak kemungkinan yang membuat manusia jatuh ke dalam dosa sehingga hubungan dengan Tuhan jadi rusak. Selain itu ada janji iman untuk ikut serta menegakkan peraturan kerajaan Allah, yang secara konkret dimulai dengan melakukan tindakan mengampuni orang lain yang bersalah kepadanya.

Dalam doa yang Yesus ajarkan ini terkandung pemahaman bahwa keberadaan jasmaniah yang prima bukanlah cita-cita tertinggi seorang pengikut Yesus. Keberadaan rohani yang bersih dari dosa serta sikap yang selalu mengampuni adalah penting dalam menghadirkan pemerintahan Allah di dunia ini. Doa ini menunjukkan sifat total dan utuh dari kehidupan yang di dalamnya Tuhan bertakhta.

Responsku: Aku akan mewujudkan Kerajaan Allah kini dan di sini dengan menerapkan nilai-nilai kekudusan.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org