Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2007/01/16

Selasa, 16 Januari 2007

Lukas 7:1-17
Pujian dan belas kasih

Judul: Pujian dan belas kasih Yesus jarang memuji. Oleh karena itu setiap pujian yang keluar dari mulut-Nya perlu mendapat perhatian serius. Hal apa dari si perwira Kapernaum yang membuat Yesus "heran" dan memuji imannya yang Ia bandingkan dengan iman orang-orang Israel (9)?

Perwira ini adalah seorang nonYahudi. Mungkin ia seorang penganut agama Yahudi, atau paling sedikit simpatisannya. Ini dapat dilihat dari dukungan yang diberikan oleh beberapa tua-tua Yahudi terhadap dirinya (3-5). Namun, bukan ini yang menjadi alasan Yesus memuji dirinya. Dalam ranking kemiliteran Romawi, perwira ini memimpin kurang lebih 100 prajurit. Ia perwira dalam pasukan Herodes Antipas. Ia sendiri juga memiliki atasan yang kepadanya ia harus tunduk. Cara perwira ini memperlakukan Yesus adalah seperti memperlakukan atasannya. Ia sadar bahwa dirinya tidak layak dikunjungi oleh Yesus, sebaliknya, ia percaya Yesus berotoritas atas dirinya, jauh melampaui otoritas atasannya di pasukan Herodes. Yesus memiliki otoritas atas hidupnya dan aspek-aspek kehidupannya, termasuk atas sehat-sakitnya hamba-hambanya. Atas dasar itulah si perwira meminta Yesus berkenan memerintahkan kesembuhan bagi hambanya tersebut. Ini yang Yesus puji dari iman perwira tersebut. Perwira ini memiliki iman yang bukan sekadar percaya, tetapi memercayakan diri kepada Yesus.

Yesus memiliki otoritas atas hidup manusia. Kesembuhan yang dialami si hamba adalah bukti nyata. Yesus bukan hanya berotoritas, Ia juga peduli dengan hidup manusia. Ia peduli dengan kepedihan hati janda Nain yang kehilangan anak laki tunggalnya (13-15). Dua hal tersebut dari Yesus seharusnya mendorong kita mengembangkan iman yang sepenuhnya percaya dan berserah pada Dia. Iman sedemikian akan mewujud dalam ketaatan dan dalam mengantisipasi tindakan kasih-Nya.

Renungkan: Iman sejati senantiasa tunduk pada rencana Tuhan dan percaya pada belas kasih-Nya yang tak terbatas.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org