Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2006/12/08

Jumat, 8 Desember 2006

1Timotius 6:17-21
Menikmati pemberian Allah

Judul: Menikmati pemberian Allah Nas hari ini mengakui Allah sebagai sumber segala berkat yang kita terima. Dia Pencipta yang murah hati, yang "di dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati" (17). Dia memberi kepada masing-masing anak-Nya sesuai dengan rencana dan maksud-Nya. Kepada sebagian Allah memberi kecukupan, kepada sebagian lagi kekayaan. Keduanya mempunyai sisi positif dan negatif.

Timotius harus memperingatkan mereka yang kaya akan segi negatif kekayaan, yang membawa dua macam bahaya (17). Yang pertama ialah kesombongan; berkat yang berlimpah sering membuat orang lupa akan Sumber berkat itu (Ul. 8:14; Yeh. 28:1-5; Yak. 4:6). Bahaya kedua ialah berharap dan mengandalkan kekayaan sebagai jaminan hidup dan masa depan kita. Ada banyak contoh dalam hidup sehari-hari betapa kekayaan sangat tidak menentu sifatnya dan dapat lenyap dalam sekejap. Sumber pengharapan dan penjamin hidup kita seharusnya bukan pada benda, tetapi pada pribadi, yaitu Allah yang memiliki seluruh alam semesta.

Di lain pihak, kekayaan diberikan oleh Tuhan kepada anak-anak-Nya bukan hanya untuk dinikmati, tetapi untuk tujuan tertentu. Yang kaya diingatkan bahwa mereka mempunyai kewajiban untuk "berbuat baik dan kaya dalam kebajikan," serta "suka memberi dan membagi," sehingga kemiskinan dapat diatasi dan pekerjaan Tuhan terlaksana (1Tim. 6:18). Dengan berbuat ini, mereka mengikuti teladan Allah, yang kaya dan yang dari kekayaan-Nya memenuhi segala keperluan kita (Ef. 1:7; Flp. 4:19). Dengan itu pula mereka mengumpulkan "harta di surga" (bdk. Luk. 12:33).

Dalam doa penutup, "Kasih karunia menyertai kamu," Paulus mengacu kepada Timotius dan seluruh jemaat. Jemaat dan para pemimpinnya dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diuraikan dalam seluruh surat ini, serta setia sampai akhir, hanya oleh kasih karunia Allah.

Renungkan: Dengan mengaku Allah sebagai sumber berkat, kita dilepaskan dari kekuatiran hidup dan ketamakan.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org