Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2006/11/19

Minggu, 19 November 2006

Yeremia 26:1-24
Liciknya hati

Judul: Liciknya hati Beragam cara orang merespons kebenaran. Namun motivasilah yang menentukan kesejatian iman, adakah mereka sungguh-sungguh bertobat dan menerima kebenaran Ilahi atau hanya berpura-pura menyesal demi kepentingan pribadi?

Firman Tuhan yang Yeremia sampaikan jelas menuntut pertobatan, supaya murka Allah tidak jadi dijatuhkan untuk menghancurkan Yehuda (3). Hukuman Allah pasti akan jatuh dan membuat kota-kota mereka hancur seperti yang terjadi dengan Silo pada masa Hakim Eli, kecuali mereka bertobat (1Sam. 2:11-17). Tanpa pertobatan tidak mungkin menghindari hukuman (Yer. 26:6). Respons umat yang hendak menghukum mati Yeremia membuktikan mereka tidak peka akan dosa mereka yang menjijikkan, sebaliknya hanya melihat Yeremia sebagai penyampai berita celaka (9)!

Sepintas, sikap atau respons para pemuka Yehuda lebih baik daripada pemimpin agama dan umat karena para pemuka ini mencegah Yeremia dibunuh (16). Sikap pemuka Yehuda ini didukung oleh para tua-tua, dengan alasan dahulu pun Nabi Mikha bernubuat serupa dengan Yeremia, namun Raja Hizkia mendengarkan nasihat firman Tuhan, dan Yehuda terluput dari kehancuran (18-19). Namun jelas motivasi mereka memberi usul itu bukan karena menyesali dosa, melainkan menghindari hukuman dosa. Tidak ada tanda-tanda pertobatan sejati. Bahkan Yoyakim membunuh Nabi Uria bin Semaya, yang dengan berani juga menubuatkan hancurnya Yerusalem (20-23). Uria dibunuh karena pelariannya ke Mesir (21) membuat ia seolah membelot. Sebaliknya Yeremia luput dari tindakan keji karena dilindungi oleh Ahikam (24).

Pertobatan sejati pasti menyesali dosa, tidak sekadar menghindari penghukuman. Tuhan yang mengenal hati manusia, tidak tertipu oleh respons munafik.

Camkan: Hati yang licik tak mungkin luput dari hukuman Allah yang Mahatahu dan Mahaadil!

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org