Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2006/10/28

Sabtu, 28 Oktober 2006

Yeremia 9:1-16
Menghukum demi kebaikan

Judul: Menghukum demi kebaikan Dengan berat hati, seorang bapak yang mengasihi anaknya harus menghukum anaknya ketika ia berbuat salah. Melalui hukuman itu, diharapkan anaknya akan belajar dari kesalahannya dan tidak mengulanginya lagi.

Allah juga terpaksa harus menghukum Israel. Allah harus menghukum mereka (7), meski Ia melakukannya dengan hati yang pedih dan air mata yang tercurah (1). Israel sudah menjadi umat yang jahat, yang melangkah dari kejahatan kepada kejahatan (3), dan melakukan penindasan lepas penindasan (6). Di antara teman dan saudara terjadi saling menipu dan memfitnah (4).

Alasan Tuhan harus membinasakan negeri Israel adalah umat-Nya telah meninggalkan Taurat-Nya. Israel tidak lagi mendengarkan suara-Nya, melainkan menuruti kedegilan hati mereka dan mengikuti para Baal (13-14). Umat Israel tidak mengenal siapa Allah mereka (3, 6). Karena itu Allah akan menyerakkan umat-Nya di antara bangsa-bangsa yang tidak mereka kenal (16).

Dalam kitab Imamat ps. 26 dan Ulangan ps. 28 kita mengetahui bahwa pembuangan merupakan puncak hukuman Allah. Pembuangan terjadi jika Israel terus-menerus tidak mau bertobat dari dosa-dosa mereka. Itu sebabnya hati Tuhan tersayat pedih ketika Ia harus melaksanakan hukuman tersebut. Tujuan Tuhan memberikan hukuman yang demikian berat adalah menyadarkan umat-Nya agar bertobat, kemudian Tuhan akan memulihkan mereka (lih. Im. 26:40-42).

Allah juga akan menghukum kita, umat-Nya, bila kita bebal dan tetap tinggal dalam kubangan dosa. Kita harus ingat bahwa Allah menghukum kita demi kebaikan kita, seperti seorang ayah yang mendisiplinkan anak-Nya (Ibr. 12:5-11). Ia melakukannya dengan terpaksa karena sesungguhnya Ia mengasihi kita.

Doaku: Tuhan, ajarkan aku untuk melihat kasih-Mu ketika Engkau menghukumku. Ajarkan aku untuk melihat bahwa Engkau melakukannya untuk kebaikanku. Amin.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org