Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2006/02/16

Kamis, 16 Februari 2006

Yohanes 9:24-34
Sombong rohani membutakan!

Judul: Sombong rohani membutakan!

Orang-orang Farisi menginterogasi orang buta yang telah sembuh itu dengan pertanyaan yang amat sinis. "Katakanlah kebenaran di hadapan Tuhan (secara harafiah: Muliakanlah Allah)." Sayang, ucapan itu diberi arti apriori, yaitu menuntut orang tersebut mengaku bersalah. Mereka bukan mencari kebenaran, tetapi menginginkan jawaban yang memuaskan diri sendiri.

Orang-orang Farisi ini sudah memutuskan bahwa Tuhan Yesus bukan berasal dari Allah, sebaliknya Ia adalah orang berdosa (ayat 24). Dengan otoritas mereka sebagai pemimpin agama, mereka memaksa orang yang dicelikkan matanya itu menyangkal mukjizat yang dia terima. Sikap mereka ini menunjukkan kebodohan dan keterbatasan mereka menafsirkan Hukum Taurat! Kebodohan mereka nyata dari cara mereka memaksa fakta harus sesuai dengan teori. Orang berdosa tidak mungkin mengadakan mukjizat seperti itu, maka pasti mukjizat itu tidak dapat terjadi. Padahal mukjizat sudah terjadi dan saksinya ada di depan mata mereka. Orang-orang Farisi itu kini mengacu kepada Musa sebagai guru mereka. Sebelum ini mereka justru nyata salah ketika mengacu kepada Musa (Yoh. 5:46). Kini orang buta tersebut mempermalukan mereka (Yoh. 9:30). Alasannya jelas mukjizat yang dialaminya bukan sekadar penyembuhan cacat mata, tetapi penciptaan fungsi penglihatan yang tadinya tidak ada. Hanya Allah yang dapat menyertai pembuat mukjizat tersebut.

Kesombongan rohani membutakan mata orang bahkan dari kebodohan dirinya sendiri. Bukti-bukti mukjizat bahkan ajaran firman sekalipun dapat diputarbalikkan untuk mendukung kedegilan hati seseorang. Karena itu, kita harus merendahkan hati di hadapan Allah agar oleh anugerah-Nya kita diberikan keterbukaan dan kesediaan belajar terhadap kebenaran.

Doaku: Tuhan, tolong kami agar pengetahuan rohani kami tidak hanya sebatas intelek, tetapi sungguh-sungguh melibatkan hati serta tindakan nyata ketaatan kami kepada-Mu.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org