Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2006/02/05

Minggu, 5 Februari 2006

Keluaran 25:23-30
Roti Hidup dari surga

Judul: Roti Hidup dari surga

Salah satu perabot kemah suci dalam ruang kudus adalah meja roti sajian. Di nas ini, peraturan mengenai pembuatan meja roti sajian dan bahan yang dipakai dijelaskan secara rinci (ayat 23-29). Di Imamat 24:5-9 dijelaskan tujuan meja roti sajian ini, yaitu meletakkan roti sajian sebagai lambang kehadiran Allah di tengah-tengah kedua belas suku Israel dan peraturan siapa saja yang boleh makan roti itu, yaitu para imam. Dua belas roti ini disebut roti kehadiran. Kemenyan tulen di atas roti-roti itu menjadi bagian ingat-ingatan dan kurban api-apian bagi Allah (ayat 7). Ini mengajarkan kebenaran bahwa Allah senantiasa mengingat umat-Nya, bahkan setiap suku Israel (Kel. 25:30). Roti-roti itu adalah lambang Allah memelihara umat-Nya, bukan seperti dewa-dewa orang kafir yang perlu disuguhi sajian.

Penggenapan rohani dari roti sajian ini dipaparkan dalam PB. Roti-roti itu melambangkan tubuh Kristus. Roti-roti itu tidak beragi, menunjukkan bahwa tubuh Kristus tidak bercela dan tidak berdosa. Yesus berkata, "Akulah Roti Hidup... jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu" (Yoh. 6:48, 53). Meja roti sajian itu menggambarkan hubungan erat Allah dengan umat-Nya dan penerimaan makanan rohani. Umat Kristen memerlukan kekuatan dan hidup rohani yang hanya didapat dari persekutuan dengan Kristus dan mendapat bagian di dalam Dia.

Pada zaman PL, hanya para imam yang boleh mendekat dan menghampiri meja itu. Sesungguhnya kita layak mendapatkan hukuman karena dosa-dosa kita. Namun, Allah menerima kita sehidangan dengan Dia melalui Anak-Nya, Yesus Kristus. Yesus Kristus menjadi Roti Hidup. Melalui Dia kita beroleh harapan, pendamaian, dan kekuatan rohani.

Renungkan: "... hendaklah hidupmu tetap di dalam Yesus. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman..." (Kol. 2:6-7).

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org