Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2002/12/14

Sabtu, 14 Desember 2002 (Minggu Advent 2)

Hosea 14:2-10
Kewajiban umat adalah bertobat

Kewajiban umat adalah bertobat.
Penghukuman memang harus dialami Israel sebagai akibat dosa mereka. Namun penghukuman itu adalah langkah Allah untuk mengembalikan milik-Nya pada relasi yang semula. Akan tetapi pemulihan itu tidak akan terjadi jika Israel tidak meresponi sikap dan kebaikan Allah itu. Kewajiban yang harus dilakukan umat ialah berjalan pada jalan Allah. Dan apabila Israel mau berjalan pada jalan Allah lagi, maka Israel harus bertobat/berbalik kepada Allah dengan jalan-jalannya. Itulah sebabnya Hosea menyerukan kepada Israel untuk bertobat dan menyesali perbuatan-perbuatan mereka. Pertobatan Israel tidak dengan sendirinya menyebabkan pemulihan hubungan dengan Allah terjadi. Sebab pemulihan hubungan itu adalah hak Allah semata- mata; sedangkan bertobat dan menyesal adalah kewajiban umat. Bertobat dan menyesal ialah mengakui semua kesalahan dan berjanji untuk tidak mengulangi penyimpangan-penyimpangan yang pernah dilakukan (ayat 2-4), seperti menyembah berhala, berhenti bersandar pada kekuatan bangsa-bangsa lain, dan juga berhenti menindas orang lemah.

Panggilan untuk bertobat mestinya terus-menerus didengungkan, karena manusia mempunyai sifat lengah dan gampang tergelincir. Padahal, pertobatan itu adalah kewajiban yang harus berlangsung terus menerus. Mengapa harus terus menerus? Karena manusia harus terus menerus mempertahankan sikap setia kepada Allah. Artinya manusia mesti berjalan pada jalan Allah. Tidak ada waktu yang bukan waktu dari Allah. Karena itu seluruh hidup orang percaya harus merupakan perwujudan kehendak Allah. Pemulihan hubungan oleh Allah adalah hak Allah sendiri, tetapi bertobat adalah kewajiban manusia. Pemulihan hubungan antara Allah dengan manusia telah Allah lakukan melalui peristiwa kelahiran Yesus Kristus. Karena itulah kita selalu dituntut untuk bertobat.

Renungkan:
Pertobatan tidak boleh dianggap sebagai jalan untuk mencapai damai sejahtera, tetapi kita dituntut untuk bertobat supaya damai sejahtera yang telah Allah berikan itu tetap terpelihara dalam kehidupan kita.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org