Beranda | YLSA.org | Alkitab | Katalog | AI |
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Edisi Rabu, 2 September 2026 (Minggu ke-14 sesudah Pentakosta)
  Tampilan cetak   edisi sebelum | 09/Edisi 2026 | edisi berikut
Rabu, 2 September 2026 (Minggu ke-14 sesudah Pentakosta)

2 Samuel 13:1-22
Dihantui Kesalahan Masa Lalu

Kesalahan fatal yang pernah kita perbuat dapat memengaruhi apa yang kita lakukan pada hari ini. Bahkan, terkadang ketika kita melihat orang lain melakukan kesalahan yang mirip, kita kelu dan tidak bisa bertindak apa-apa karena kita merasa tidak layak.

Walau Daud telah menerima pengampunan dari Tuhan (lih. 2Sam. 12:13), sepertinya kesalahannya masih membekas dan menghantui dirinya. Hal ini terlihat dari caranya merespons perbuatan Amnon.

Amnon yang melihat perbuatan semena-mena ayahnya bisa saja berpikir: "Ayahku yang raja Israel saja berlaku seperti itu, mengapa aku tidak bisa berlaku seperti itu juga?" Maka, ketika ia jatuh cinta kepada Tamar, adik tirinya, ia tidak segan berpura-pura sakit (1-5), meminta Tamar datang merawatnya (6-8), dan dengan sengaja membuat dirinya berada berdua dengan Tamar di dalam kamarnya (9-10), lalu memaksakan hawa nafsunya kepada Tamar (11-14).

Akhirnya, terjadilah kejahatan yang melahirkan kebencian dan kehinaan (15-20). Kejahatan ini menghancurkan relasi di dalam keluarga Daud yang nantinya menjadi penyebab kematian Amnon sendiri (lih. 2Sam. 13:28-29), dan yang nantinya juga menewaskan banyak orang (lih. 2Sam. 18:6-8).

Respons Daud terhadap perbuatan Amnon sangatlah menyedihkan. Daud "sangat marah" (21), tetapi hanya itu responsnya. Ia tidak menegur, mengadili, ataupun menghukum Amnon. Respons itu pasti amat mengecewakan bagi Tamar dan juga Absalom yang sangat menyayangi adik kandungnya itu (22).

Barangkali Daud melihat cerminan dirinya pada Amnon sehingga ia juga merasa tidak layak dan marah dengan dirinya sendiri. Padahal, ia seharusnya bisa menegur dan menghukum anaknya itu, sama seperti Tuhan menegurnya dengan keras dan menghukumnya dengan konsekuensi atas perbuatannya.

Hati-hatilah dengan kesalahan masa lalu yang masih menghantui. Kita harus bertanggung jawab atasnya, tetapi kita tetap berkewajiban untuk melawan kejahatan dan menegakkan keadilan. Tuhan rindu agar kita menerima pengampunan-Nya dengan terbuka. [JHN]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

  e-SH Hari Ini
Edisi Senin, 7 September 2026
2 Samuel 16:1-14
  Arsip
< September 2026 >
M S S R K J S
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30      
Cari di Arsip e-Santapan Harian  Cari di e-SH
  
Arsip  Arsip (10229 edisi)
Berlangganan  Berlangganan
Situs  Situs SH
Facebook  Aplikasi SH
  Grup Diskusi SH
Situs Renungan.co

Whatsapp Kontak Kami Tentang Kami
Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)

Follow Us:

IG sabda_ylsa FB Yayasan Lembaga SABDA TW sabda_ylsa Link Mores
unblocked 76 agar.io 76 agario 76 lesson guru games
YT SABDA Alkitab Spotify Google Podcast Podcast SABDA Slideshare Slideshare SABDA

CONTACT | GET INVOLVED! | DONASI

Copyright © 1997- Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). All Rights Reserved.
Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati
WA: 0881-2979-100 | Email: ylsa@sabda.org | Situs: ylsa.org - sabda.org