Beranda | YLSA.org | Alkitab | Katalog | AI |
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Edisi Senin, 31 Agustus 2026 (Minggu ke-14 sesudah Pentakosta)
  Tampilan cetak   edisi sebelum | 08/Edisi 2026 | edisi berikut
Senin, 31 Agustus 2026 (Minggu ke-14 sesudah Pentakosta)

2 Samuel 12:1-25
Kebutaan Akut

Ilmu saraf menunjukkan bahwa memori manusia untuk mengingat kejadian masa lalu bisa saja tidak akurat. Apalagi jika itu adalah cerita tentang perbuatan buruk pada masa lalu. Cerita itu bisa ditutup rapat dan dikubur, agar tak terdengar lagi.

Sepertinya Daud sudah tidak terusik dengan perbuatan kejinya yang menyebabkan Batsyeba mengandung. Lalu Daud membunuh Uria, abdi setianya, yang adalah suami Batsyeba. Apalagi di dalam Alkitab tidak tercatat ada orang yang mengutuki perbuatannya. Bahkan barangkali dia dianggap sebagai pahlawan dengan memperistri Batsyeba, karena orang bisa melihat Daud seperti penebus yang memelihara janda Uria (orang Het), seorang asing (bukan Israel).

Kebutaan Daud sungguh akut dan menyedihkan, sehingga untuk itulah Nabi Natan diutus (1). Ketika Daud diminta pendapat oleh Natan, yang sebenarnya merupakan refleksi diri, ia bereaksi sangat berlebihan, begitu marah, dan menunjukkan kesalehan palsu yang seolah mau meneriakkan keadilan bagi mereka yang tertindas (5). Ia tidak sadar bahwa dia sendirilah yang digambarkan sebagai orang kaya yang tamak itu. Kemarahan Daud bahkan barangkali adalah ketidaksadaran diri yang membenci perbuatan busuk yang pernah dilakukannya.

Tuntutan Daud untuk mengganti domba orang miskin itu dengan hanya empat kali lipat juga menyedihkan (6). Dia tidak menyimak cerita Nabi Natan ini dengan hati, bahwa orang miskin itu sangat mencintai dombanya, bahkan seperti anak perempuan sendiri, yang artinya, tak tergantikan.

Kebutaan Daud yang akut ini membuat Natan terpaksa mengonfrontasi Daud dengan keras, "Engkaulah orang itu!" (7)." Barulah Daud terpukul dan sadar akan perbuatan buruknya.

Terkadang kita sulit untuk berani terbuka atas perbuatan buruk kita. Kita menutupinya, melupakannya, atau bahkan memberikan makna yang lebih positif dari perbuatan itu. Tuhan mau kita dengan hancur hati berani mengakui perbuatan tersebut agar anugerah-Nya dapat dilimpahkan atas kita.

Belajarlah peka dan mengakui perbuatan buruk kita! [JHN]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

  e-SH Hari Ini
Edisi Sabtu, 17 Oktober 2026
1 Raja-raja 8:14-21
  Arsip
< Agustus 2026 >
M S S R K J S
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31          
Cari di Arsip e-Santapan Harian  Cari di e-SH
  
Arsip  Arsip (10321 edisi)
Berlangganan  Berlangganan
Situs  Situs SH
Facebook  Aplikasi SH
  Grup Diskusi SH
Situs Renungan.co

Whatsapp Kontak Kami Tentang Kami
Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)

Follow Us:

IG sabda_ylsa FB Yayasan Lembaga SABDA TW sabda_ylsa Link Mores
unblocked 76 agar.io 76 agario 76 lesson guru games
YT SABDA Alkitab Spotify Google Podcast Podcast SABDA Slideshare Slideshare SABDA

CONTACT | GET INVOLVED! | DONASI

Copyright © 1997- Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). All Rights Reserved.
Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati
WA: 0881-2979-100 | Email: ylsa@sabda.org | Situs: ylsa.org - sabda.org