Beranda | YLSA.org | Alkitab | Katalog | AI |
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Edisi Senin, 29 Juni 2026 (Minggu ke-5 sesudah Pentakosta)
  Tampilan cetak   edisi sebelum | 06/Edisi 2026 | edisi berikut
Senin, 29 Juni 2026 (Minggu ke-5 sesudah Pentakosta)

1 Samuel 8
Hati yang Membatu

Sejak awal zaman hakim-hakim, bangsa Israel mengalami maju-mundur dalam iman mereka. Satu generasi berdosa, bertobat, dan berbalik kepada TUHAN, lalu generasi berikutnya kembali berdosa. Sayangnya, siklus yang sama masih terulang.

Samuel menetapkan kedua anak laki-lakinya menjadi hakim. Namun, mereka tidak mengikuti jejak ayah mereka dalam hidup yang benar (1-3). Melihat hal itu, para pemimpin Israel datang kepada Samuel dan memintanya mengangkat raja bagi mereka. Permintaan tersebut membuat Samuel sedih, tetapi TUHAN berfirman kepada Samuel untuk mendengarkan mereka karena yang mereka tolak bukan Samuel, melainkan TUHAN sendiri sebagai Raja (4-9).

Meskipun TUHAN melalui Samuel telah memperingatkan dampak negatif dari kekuasaan raja seperti penindasan, kerja paksa, dan pajak yang berat (10-18). Namun, bangsa itu tetap bersikeras untuk memiliki raja atas mereka. Akhirnya, TUHAN memerintahkan Samuel untuk mengabulkan permintaan mereka (19-22).

Permintaan orang Israel dengan jelas menunjukkan pemaksaan kehendak mereka sendiri. Mereka sebenarnya tahu bahwa Samuel selalu berbicara atas petunjuk Allah, tetapi mereka tetap bersikeras. Pesan Allah melalui Samuel hanya dianggap sebagai upaya menakut-nakuti dan menghalangi keinginan mereka, sehingga mereka tetap memaksa dan menuntut. Mereka dengan mudah meremehkan setiap peringatan. Ini adalah gambaran dari hati yang telah membatu.

Pernahkah kita menganggap remeh peringatan Tuhan demi mendapatkan apa yang kita inginkan? Adakah kita memaksakan kehendak kita dalam doa kita tanpa peduli konsekuensinya?

Janganlah kita mengabaikan peringatan Tuhan hanya karena pesan-Nya tidak sesuai dengan permintaan kita. Lihatlah, dalam kesabaran-Nya yang besar, Ia seperti menghela nafas dan menjawab apa yang kita minta, bukan karena Ia setuju, tetapi karena Ia hendak mendidik kita lewat konsekuensi dari keinginan kita. Biarlah hati kita tidak lagi sekeras batu, tetapi selembut kapas karena kita mau mendengarkan Tuhan. [MKD]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

  e-SH Hari Ini
Edisi Selasa, 9 Juni 2026
1 Korintus 15:1-11
  Arsip
< Juni 2026 >
M S S R K J S
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30        
Cari di Arsip e-Santapan Harian  Cari di e-SH
  
Arsip  Arsip (10137 edisi)
Berlangganan  Berlangganan
Situs  Situs SH
Facebook  Aplikasi SH
  Grup Diskusi SH
Situs Renungan.co

Whatsapp Kontak Kami Tentang Kami
Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)

Follow Us:

IG sabda_ylsa FB Yayasan Lembaga SABDA TW sabda_ylsa Link Mores
unblocked 76 agar.io 76 agario 76 lesson guru games
YT SABDA Alkitab Spotify Google Podcast Podcast SABDA Slideshare Slideshare SABDA

CONTACT | GET INVOLVED! | DONASI

Copyright © 1997- Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). All Rights Reserved.
Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati
WA: 0881-2979-100 | Email: ylsa@sabda.org | Situs: ylsa.org - sabda.org