Beranda | YLSA.org | Alkitab | Katalog | AI |
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Edisi Senin, 11 Mei 2026 (Minggu ke-6 sesudah Paskah)
  Tampilan cetak   edisi sebelum | 05/Edisi 2026 | edisi berikut
Senin, 11 Mei 2026 (Minggu ke-6 sesudah Paskah)

Hakim-hakim 19
Kefasikan yang Sama dengan Dunia

Salah satu ironi dalam kehidupan umat Allah adalah umat juga melakukan kefasikan, yang bahkan Allah tidak memberi toleransi ketika orang tidak percaya melakukannya.

Seorang Lewi mengambil seorang gundik, tetapi gundik itu marah dan pergi ke rumah ayahnya (1-2). Ia pun pergi menyusul dan membujuk gundiknya. Mertuanya berusaha menahannya sampai lima hari, tetapi akhirnya kembalilah gundik itu dengannya (3-10).

Ketika orang Lewi itu tidak mau singgah di Yebus, sebuah kota asing, mereka bermalam di Gibea, kota orang Israel, tepatnya suku Benyamin (11-14). Di sana tidak ada seorang pun yang menawarkan tumpangan di rumahnya, sampai seorang Efraim yang tinggal di Gibea membawa mereka ke rumahnya serta memberikan makanan dan minuman (15-21).

Lalu, terjadilah kefasikan. Orang-orang kota mengepung rumah itu dan memaksa pemilik rumah untuk membawa orang itu keluar, "supaya kami menggauli dia, " kata mereka (22). Pemilik rumah berupaya mencegah orang-orang itu, bahkan menawarkan anak perempuannya dan gundik itu (23-24). Namun, karena orang-orang kota terus memaksa, orang Lewi itu menyerahkan gundiknya. Gundik itu diperkosa sampai mati (25-28).

Setelah membawa mayat gundiknya pulang, orang Lewi itu memotongnya menjadi 12 potong dan mengirimkannya ke seluruh wilayah Israel (29).

Kita dapat melihat adanya kemiripan dengan peristiwa di Sodom (lih.Kej. 19:4-9). Kota Sodom, tempat tinggal bangsa yang tidak mengenal Allah, dihancurkan karena kefasikan mereka yang luar biasa. Menyedihkan sekali, sekarang Kota Gibea, tempat kediaman umat Allah yang seharusnya menjadi tempat yang aman, malah menjadi sarang kefasikan dan perbuatan biadab.

Sebagai umat Allah, kita dituntut untuk hidup dengan standar yang lebih tinggi (lih. Yak. 3:1). Maka, ketika kita melakukan kefasikan seperti yang dilakukan dunia, Allah kita pasti tidak akan memberikan toleransi. Kita seharusnya mencontohkan perbuatan mulia dengan menyediakan bantuan dengan tulus dan melindungi orang lain, sesama kita. [INT]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

  e-SH Hari Ini
Edisi Selasa, 12 Mei 2026
Hakim-hakim 20
  Arsip
< Mei 2026 >
M S S R K J S
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31            
Cari di Arsip e-Santapan Harian  Cari di e-SH
  
Arsip  Arsip (10137 edisi)
Berlangganan  Berlangganan
Situs  Situs SH
Facebook  Aplikasi SH
  Grup Diskusi SH
Situs Renungan.co

Whatsapp Kontak Kami Tentang Kami
Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)

Follow Us:

IG sabda_ylsa FB Yayasan Lembaga SABDA TW sabda_ylsa Link Mores
unblocked 76 agar.io 76 agario 76 lesson guru games
YT SABDA Alkitab Spotify Google Podcast Podcast SABDA Slideshare Slideshare SABDA

CONTACT | GET INVOLVED! | DONASI

Copyright © 1997- Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). All Rights Reserved.
Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati
WA: 0881-2979-100 | Email: ylsa@sabda.org | Situs: ylsa.org - sabda.org