Beranda | YLSA.org | Alkitab | Katalog | AI |
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Edisi Kamis, 2 April 2026 (Minggu Pra-Paskah ke-6)
  Tampilan cetak   edisi sebelum | 04/Edisi 2026 | edisi berikut
Kamis, 2 April 2026 (Minggu Pra-Paskah ke-6)

Yohanes 19:16-27
Raja di Atas Salib

Seorang raja identik dengan mahkota emas dan istana serta singgasana megah. Makin megah simbol-simbol itu, makin besar pula penghormatan dan kekuasaan yang ia nikmati. Secara duniawi, di situlah orang menempatkan kemuliaan.

Namun, Yesus, orang Nazaret, yang dijuluki Raja orang Yahudi, memilih jalan yang berbeda (19). Mahkota-Nya terbuat dari duri (lih. Yoh. 19:2). Ia tidak dibawa ke istana, tetapi ke tempat yang disebut Tempat Tengkorak (17), di luar kota, di mana penjahat-penjahat dihukum salib menurut hukum kekaisaran Romawi. Ia tidak ditinggikan di singgasana, melainkan di atas kayu salib bersama dua orang penjahat (18).

Penyaliban adalah hukuman yang paling hina dan kejam di bawah kekuasaan Romawi bagi pemberontak, penjahat politik, dan pengacau. Yesus direndahkan menjadi salah satu dari mereka. Tak hanya itu, prajurit-prajurit mengundi pakaian-Nya (23-24) karena menurut undang-undang tentara Romawi, algojo memang berhak mengambil milik tahanan. Artinya, Yesus tak hanya dihukum, tetapi dibuat seolah tak berwenang atas apa pun.

Salib adalah simbol kebodohan (1Kor.1:23), bukan kemenangan. Raja macam apakah yang dipaku di atas kayu salib? Inilah paradoks salib. Dalam perendahan dan penghinaan paling besar, Yesus justru menunjukkan kemuliaan sejati. Dalam pengosongan diri, Yesus justru menyatakan pengampunan, pendamaian, dan pemulihan Allah. Salib mengungkapkan bahwa kemuliaan Allah tidak dibuktikan lewat kemegahan dunia melainkan melalui kasih yang mengorbankan diri, ketaatan kepada kehendak Bapa, dan kerendahan hati yang mengalahkan keangkuhan dunia.

Kristus memperlihatkan bahwa Kerajaan Allah dibangun di atas dasar pengorbanan, bukan pencitraan. Sebagai pengikut Kristus, bukan pada tempatnya jika kita menghalalkan segala cara demi mengejar kekuasaan atau kebesaran. Sebaliknya, kita dipanggil untuk rela menyerahkan hidup bagi sesama dalam penyerahan diri bagi misi Allah. [JMH]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

  e-SH Hari Ini
Edisi Kamis, 16 April 2026
Hakim-hakim 3:12-31
  Arsip
< April 2026 >
M S S R K J S
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30    
Cari di Arsip e-Santapan Harian  Cari di e-SH
  
Arsip  Arsip (10137 edisi)
Berlangganan  Berlangganan
Situs  Situs SH
Facebook  Aplikasi SH
  Grup Diskusi SH
Situs Renungan.co

Whatsapp Kontak Kami Tentang Kami
Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)

Follow Us:

IG sabda_ylsa FB Yayasan Lembaga SABDA TW sabda_ylsa Link Mores
unblocked 76 agar.io 76 agario 76 lesson guru games
YT SABDA Alkitab Spotify Google Podcast Podcast SABDA Slideshare Slideshare SABDA

CONTACT | GET INVOLVED! | DONASI

Copyright © 1997- Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). All Rights Reserved.
Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati
WA: 0881-2979-100 | Email: ylsa@sabda.org | Situs: ylsa.org - sabda.org