Beranda | YLSA.org | Alkitab | Katalog | AI |
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Edisi Rabu, 4 Februari 2026 (Minggu ke-4 sesudah Epifani)
  Tampilan cetak   edisi sebelum | 02/Edisi 2026 | edisi berikut
Rabu, 4 Februari 2026 (Minggu ke-4 sesudah Epifani)

Ulangan 32:1-25
Kesetiaan Allah dan Ketidaksetiaan Umat

Allah telah menyampaikan kepada Musa untuk menuliskan nyanyian yang akan menjadi saksi terhadap umat (Ul. 31).

Nyanyian tersebut ada pada nas kita hari ini. Nyanyian Musa ini ditujukan untuk menjadi saksi dalam pengadilan terhadap pelanggaran umat. Karena kasus pengadilan perlu memiliki setidaknya 2 atau 3 saksi, maka Musa memanggil langit dan bumi menjadi saksi (1). Nyanyian ini berfokus pada kesetiaan TUHAN, yang digambarkan sebagai Gunung Batu, yang sempurna karya tangan-Nya, dan adil jalan-Nya. Ia adalah Allah yang setia, adil dan benar, serta tanpa kecurangan (4).

Ia membagikan tanah pusaka kepada umat (8), memelihara, mengawasi, dan menjaga umat di tengah ketandusan padang belantara (10). Bahkan, seperti rajawali yang melayang-layang di atas anaknya, dan menampung anaknya di atas kepaknya, demikianlah TUHAN sendiri menuntun umat-Nya (11-12). Namun, umat berlaku busuk terhadap Dia (5), meninggalkan Allah yang menjadikan mereka gemuk, memandang rendah Gunung Batu keselamatan mereka (15). Umat membuat Allah cemburu dengan ilah asing, sembahan mereka yang menjijikkan dan membangkitkan murka Allah (16). Karena itu Allah murka dan menimpakan malapetaka kepada umat (22-25). Malapetaka yang Allah timpakan begitu mengerikan. Malapetaka itu seperti pedang di luar rumah dan kengerian di dalam kamar (25).

Nas kita hari ini terutama mau menekankan betapa tidak masuk akalnya ketidaksetiaan umat ketika Allah begitu setia. Oleh karena itu, nyanyian Musa menjadi peringatan: walau Allah panjang sabar, tetapi jika umat terus tidak setia, Allah akan memberikan hukuman kepada umat-Nya, dan hukuman-Nya mengerikan.

Seperti umat Israel, kita juga sering berlaku tidak setia kepada Allah di tengah kebaikan dan kesetiaan Allah yang tiada tara. Kiranya nas hari ini, yang juga diberikan sebagai saksi bagi kita, mengingatkan kita betapa tidak masuk akalnya ketidaksetiaan kita, dan kita harus cepat bertobat. Jika kita terus tidak mau bertobat, maka hukuman Allah tinggal menunggu waktu saja! [INT]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

  e-SH Hari Ini
Edisi Senin, 5 Januari 2026
Yohanes 4:46-54
  Arsip
< Februari 2026 >
M S S R K J S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
Cari di Arsip e-Santapan Harian  Cari di e-SH
  
Arsip  Arsip (10046 edisi)
Berlangganan  Berlangganan
Situs  Situs SH
Facebook  Aplikasi SH
  Grup Diskusi SH
Situs Renungan.co

Whatsapp Kontak Kami Tentang Kami
Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)

Follow Us:

IG sabda_ylsa FB Yayasan Lembaga SABDA TW sabda_ylsa Link Mores
unblocked 76 agar.io 76 agario 76 lesson guru games
YT SABDA Alkitab Spotify Google Podcast Podcast SABDA Slideshare Slideshare SABDA

CONTACT | GET INVOLVED! | DONASI

Copyright © 1997- Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). All Rights Reserved.
Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati
WA: 0881-2979-100 | Email: ylsa@sabda.org | Situs: ylsa.org - sabda.org