Beranda | YLSA.org | Alkitab | Katalog | AI |
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Edisi Selasa, 6 Januari 2026 (Hari Epifani)
  Tampilan cetak   edisi sebelum | 01/Edisi 2026 | edisi berikut
Selasa, 6 Januari 2026 (Hari Epifani)

Yohanes 5:1-18
Bahaya Legalisme Agama

Kisah ini dimulai dengan seorang yang sakit lumpuh sudah selama 38 tahun. Ia berharap disembuhkan di kolam Betesda, namun tidak ada orang yang menolongnya (5). Kemudian, Tuhan Yesus hadir di sana sebagai penyelamat yang menyembuhkan orang lumpuh itu (8). Persoalannya, hari itu adalah hari Sabat, hari ketika orang Yahudi tidak boleh melakukan apa pun.

Setelah itu, para pemuka agama Yahudi marah karena mereka melihat orang lumpuh itu mengangkat tikarnya dan berjalan (9-10). Kemarahan mereka sangat irasional dan bengis. Tidak hanya itu, bahkan mereka mencari Yesus dan hendak membunuh Dia (18).

Para pemuka agama Yahudi itu terjebak dalam legalisme agama, yaitu sikap yang menekankan aturan, hukum, dan tradisi sebagai cara utama untuk memperoleh keselamatan. Mereka terlalu berfokus pada kepatuhan terhadap Hukum Taurat, tanpa memperhatikan kasih karunia Allah dan hubungan yang hidup dengan-Nya. Dari kisah ini, ada beberapa hal yang harus kita waspadai, antara lain:

Pertama, legalisme agama membuat manusia menjadi kaku karena menerapkan prinsip 'peraturan adalah segalanya'. Ia tidak lagi mampu melihat kompleksitas kehidupan sehingga semua hal dinilai berdasarkan peraturan.

Kedua, legalisme agama membuat manusia merasa paling suci dan benar. Hal demikian menghilangkan esensi keselamatan sebab keselamatan merupakan anugerah dari Tuhan, bukan karena manusia hebat dalam menaati perintah agama.

Ketiga, legalisme agama menghilangkan rasa kemanusiaan. Hal itu terlihat dari pemuka Yahudi yang kehilangan rasa kemanusiaannya karena kepatuhan buta terhadap peraturan agama. Padahal, nyawa manusia lebih berharga daripada seperangkat aturan.

Legalisme agama memiliki wajah yang elok dipandang, namun sebenarnya bertolak belakang dengan semangat kekristenan yang mengedepankan kasih karunia Allah. Karena itu, hendaklah kita berjalan dalam terang kasih karunia Allah di dalam hidup beriman kita. [YGM]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

  e-SH Hari Ini
Edisi Senin, 5 Januari 2026
Yohanes 4:46-54
  Arsip
< Januari 2026 >
M S S R K J S
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31
Cari di Arsip e-Santapan Harian  Cari di e-SH
  
Arsip  Arsip (10046 edisi)
Berlangganan  Berlangganan
Situs  Situs SH
Facebook  Aplikasi SH
  Grup Diskusi SH
Situs Renungan.co

Whatsapp Kontak Kami Tentang Kami
Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)

Follow Us:

IG sabda_ylsa FB Yayasan Lembaga SABDA TW sabda_ylsa Link Mores
unblocked 76 agar.io 76 agario 76 lesson guru games
YT SABDA Alkitab Spotify Google Podcast Podcast SABDA Slideshare Slideshare SABDA

CONTACT | GET INVOLVED! | DONASI

Copyright © 1997- Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). All Rights Reserved.
Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati
WA: 0881-2979-100 | Email: ylsa@sabda.org | Situs: ylsa.org - sabda.org