Beranda | YLSA.org | Alkitab | Katalog | AI |
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Edisi Kamis, 7 Juli 2011
  Tampilan cetak   edisi sebelum | 07/Edisi 2011 | edisi berikut
Kamis, 7 Juli 2011

Kisah Para Rasul 8:4-25
Merobohkan tembok pemisah

Judul: Merobohkan tembok pemisah
Terpencarnya umat Tuhan ke Yudea dan Samaria ternyata menghasilkan misionaris, bukan pengungsi yang melarikan diri sekadar cari selamat. Seperti benih yang ditebar, mereka menyebar dan memberitakan Injil (4) sehingga Samaria akhirnya mendapat berkat Injil setelah umat pilihan Allah menolak kasih karunia yang besar itu. Ini merupakan penggenapan perkataan Yesus dalam Kisah Para Rasul 1:8.

Filipus, rekan Stefanus dalam pelayanan kepada orang miskin, ikut juga dalam pemberitaan itu. Ia memiliki karunia untuk melakukan mukjizat hingga seorang tukang sihir bernama Simon mau percaya kepada Kristus dan menyerahkan dirinya untuk dibaptis (13).

Namun Petrus dan Yohanes, dua orang murid yang diutus ke Samaria, melihat bahwa para petobat baru di Samaria belum dipenuhi Roh Kudus. Lalu mereka berdoa dan menumpangkan tangan atas para petobat baru itu. Mungkin muncul pertanyaan di benak kita, apakah orang Kristen harus menerima baptisan Roh Kudus walau ia sudah percaya dan lahir baru? Dalam hal ini pengajaran para rasul jelas: Roh Kudus adalah hak setiap orang yang percaya kepada Kristus, yang diterima saat bertobat (Kis. 2:38; 1Kor. 12:13). Maka apa yang terjadi di Samaria saat itu merupakan kasus khusus. Kita tahu bahwa ada 'tembok pemisah' antara orang Yahudi dan orang Samaria sejak lama. Padahal seharusnya tembok itu tidak ada lagi di antara umat sebab Kristus sudah merobohkannya. Mungkin itulah sebabnya Tuhan menunda pencurahan Roh Kudus ke atas orang Samaria supaya ada pertemuan dan kesatuan di antara murid-murid Tuhan di Yerusalem dan orang percaya di Samaria. Supaya orang Samaria dan orang Yahudi Kristen tahu bahwa mereka memiliki kesamaan secara rohani.

Jika Tuhan meruntuhkan tembok pemisah yang menghalangi kesatuan umat, mengapa kita sebagai umat Tuhan justru mempertahankan tegaknya tembok itu? Mari kita peka melihat sekat-sekat yang menghalangi kesatuan kita dengan sesama orang percaya. Bila ada, singkirkanlah karena Tuhan Yesus sendiri sudah menghancurkannya.

Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/santapanharian/home.php?d=2011/07/07/

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

  e-SH Hari Ini
Edisi Senin, 18 Mei 2026
1 Korintus 1:10-17
  Arsip
< Juli 2011 >
M S S R K J S
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31            
Cari di Arsip e-Santapan Harian  Cari di e-SH
  
Arsip  Arsip (10137 edisi)
Berlangganan  Berlangganan
Situs  Situs SH
Facebook  Aplikasi SH
  Grup Diskusi SH
Situs Renungan.co

Whatsapp Kontak Kami Tentang Kami
Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)

Follow Us:

IG sabda_ylsa FB Yayasan Lembaga SABDA TW sabda_ylsa Link Mores
unblocked 76 agar.io 76 agario 76 lesson guru games
YT SABDA Alkitab Spotify Google Podcast Podcast SABDA Slideshare Slideshare SABDA

CONTACT | GET INVOLVED! | DONASI

Copyright © 1997- Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). All Rights Reserved.
Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati
WA: 0881-2979-100 | Email: ylsa@sabda.org | Situs: ylsa.org - sabda.org