Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2022/11/09

Rabu, 9 November 2022

Bacaan   : 1 SAMUEL 18:1-9
Setahun : Kisah Para Rasul 1-3
Nas       : Daud maju berperang dan selalu berhasil ke mana juga Saul menyuruhnya, sehingga Saul mengangkat dia mengepalai para prajurit. Hal ini dipandang baik oleh seluruh rakyat dan juga oleh pegawai-pegawai Saul. (1 Samuel 18:5)

Merasa Terancam

Jika bawahan Anda bekerja dengan sangat baik, apa reaksi Anda? Setiap pekerjaan yang Anda tugaskan kepadanya ia kerjakan dengan baik. Ia pun menjadi kesukaan rekan kerja lainnya. Seharusnya Anda berbahagia memiliki bawahan sedemikian. Namun, jika Anda adalah seorang yang berpikiran negatif, Anda akan mulai cemas. Posisi Anda sedang terancam. Bawahan yang terampil dan berkinerja unggul itu bisa menggeser jabatan Anda. Maka Anda mulai berupaya menyingkirkannya.

Itulah yang dialami Raja Saul terhadap Daud. Sejak pemuda itu mengalahkan Goliat, karier militernya melejit pesat. Ia selalu memenangkan pertempuran melawan musuh. Saul pun mengangkatnya menjadi kepala prajurit. Seluruh rakyat mengagumi Daud, termasuk para pegawai istana. Ia bahkan menjadi lebih populer serta dielu-elukan melebihi Saul sendiri.

Sebagai seorang yang diurapi Tuhan, Saul seharusnya bersyukur memiliki kepala prajurit yang selalu dapat diandalkan serta bersungguh-sungguh mendukungnya. Namun, ia terlalu berfokus pada takhtanya, sehingga tujuan hidupnya hanyalah untuk memastikan agar takhta itu tidak beralih darinya. Maka ia pun melakukan segala cara, sekalipun melanggar perintah Tuhan. Sejak saat itu, ia menempuh jalan yang justru membuatnya kehilangan takhta secara tragis.

Saul merasa tidak aman dengan dirinya sendiri. Ia pun melihat keberadaan orang lain sebagai ancaman. Kesuksesan orang lain membuatnya dengki. Semua ini berasal dari hatinya yang tidak benar-benar percaya kepada Tuhan. Akibatnya, ia sepenuhnya bersandar pada diri sendiri lalu berakhir dalam kegagalan. Mari, berkacalah darinya! --HT/www.renunganharian.net

KETIKA KITA TIDAK LAGI BERGANTUNG KEPADA TUHAN, MAKA KITA TELAH
BERTINDAK SEBAGAI "TUHAN" BAGI DIRI SENDIRI SERTA ORANG LAIN.

 

Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian® tanpa seizin penerbit (Yayasan Pelayanan Gloria)

Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org