Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2013/01/18

Jumat, 18 Januari 2013

Bacaan   : Lukas 12:13-21
Setahun : Keluaran 1-4
Nas       : .... "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung pada kekayaannya itu." (Lukas 12:15)

SUPERMAN

"Delapan dari sepuluh pebisnis mengalami masalah ketika melakukan regenerasi ke anaknya, " ujar seorang businesscoach yang saya wawancarai. Menurutnya, pada masa seperti inilah biasanya perusahaan digoyang konflik. "Ini karena si pengusaha senior sudah terbiasa menjadi superman!"

Superman? Ternyata yang dimaksudkannya adalah kecenderungan bersikap one man show, keinginan untuk mengendalikan segala sesuatu sendiri, sulit untuk memercayai orang lain. Sindroma yang kerap menjangkiti pebisnis senior adalah merasa paling tahu dan paling andal dalam menjalankan bisnis. Akibatnya, putra-putri yang seharusnya dididik sejak dini untuk menjadi penerus malah merasa tersisih dan akhirnya alih generasi tidak berlangsung secara mulus.

Perumpamaan Kristus dalam bacaan hari ini juga menampilkan sosok superman, seorang kaya yang sibuk mengembangkan usahanya. Apakah itu salah? Tidak. Masalahnya, ia mencurahkan seluruh jiwa dan hidupnya demi bisnisnya itu. Orang sekarang menyebutnya workalholic. Ia tamak dalam bekerja dan mengeruk laba. Tamak, dalam bahasa Yunani adalah pleonexia, berarti keinginan yang tidak terkontrol, tidak ada habisnya. Orang ini sibuk menjadi superman sampai lupa akan hal-hal yang lebih penting dan lebih abadi.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita merasa serbamampu dan mandiri sampai alpa akan anugerah-Nya yang memampukan kita berkarya? Apakah kita masih meluangkan waktu untuk membagikan pengetahuan dan kecakapan kepada generasi penerus kita? -- OLV

HARTA SEHARUSNYA HANYA MERUPAKAN ALAT
KETAMAKAN MEMBUATNYA BERBALIK MEMPERALAT KITA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org