Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2010/04/09

Jumat, 9 April 2010

Bacaan   : 2 Timotius 2:1-7
Setahun : 1 Samuel 13-14; Lukas 10:1-24
Nas       : Apa yang telah engkau dengar dariku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga pandai mengajar orang lain (2 Timotius 2:2)

BUAH SEJATI

Christian A. Schwarz, peneliti pertumbuhan gereja alamiah, mendapat pertanyaan yang mengubah pemikirannya tentang kehidupan yang berbuah. Donald McGravan, yang dihormatinya sebagai bapak pertumbuhan gereja, suatu ketika menanyainya, "Apakah buah sejati sebatang pohon apel?" Dengan naif Schwarz menjawab, "Tentu saja buah apel." McGravan tampaknya sudah menduga jawaban itu. "Salah, " katanya, kemudian terdiam sejenak penuh arti. "Buah sejati pohon apel bukan buah apel, melainkan pohon apel lainnya." Berbuah, dengan demikian, sebenarnya bukan sekadar menghasilkan buah, melainkan melipatgandakan kehidupan yang serupa.

Paulus pun mengemukakan prinsip pelipatgandaan tersebut dalam hal pemuridan orang percaya. Ia mendorong Timotius agar tidak berpuas diri hanya dengan mengajarkan kebenaran firman Tuhan kepada jemaat yang dipimpinnya. Anggota jemaat harus diperlengkapi sedemikian rupa, sehingga mereka bukan hanya memahami dengan baik dan menerapkan kebenaran yang diajarkan, melainkan mampu pula mengajarkan lagi kebenaran itu kepada orang lain. Estafet pengajaran ini merupakan salah satu faktor yang menunjang pertumbuhan gereja.

Ketika kita menerima pengajaran firman Tuhan, ibaratnya kita sedang mengalami pembuahan. Ketika kita memahami dan menerapkan firman itu, berarti kita sedang menghasilkan buah. Ketika kita mengajari orang lain sampai orang itu memahami, menerapkan, dan mampu mengajarkan lagi kebenaran tersebut, barulah kita sungguh-sungguh berbuah. Jadi, sudah sejauh mana kehidupan kita berbuah? -- ARS

BERBUAH TIDAK LAIN BERARTI
MELIPATGANDAKAN KEHIDUPAN

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org