Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2008/07/01

Selasa, 1 Juli 2008

Bacaan   : 2Korintus 13:1-10
Setahun : Mazmur 75-78
Nas       : Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji. (2Korintus 13:5)

SELIDIKILAH DIRIMU

Anda adalah orang yang ...; menurut saya, Anda cenderung ...; seperti yang sering saya katakan, Anda itu ...." Demikianlah contoh ungkapan sehari-hari yang sering ditujukan kepada kita, atau sebaliknya, kerap kita tujukan kepada orang lain. Ya, manusia cenderung lebih pintar menilai orang lain daripada memeriksa diri sendiri. Padahal, ketika satu jari menunjuk kepada orang lain, empat jari yang lain mengarah ke diri sendiri.

Paulus mengajak jemaat Korintus untuk lebih banyak menyelidiki diri sendiri ketimbang menilai orang lain (2Korintus 13:5). Sebab bagi Paulus, menyelidiki diri sendiri sangat penting dalam pertumbuhan rohani. Saat seseorang berani menyelidiki diri sendiri, berarti ia berani melihat kondisi hidupnya apa adanya, termasuk kelemahannya. Dengan menyadari kelemahan diri sendiri, orang dapat bercermin dan terbuka kepada Allah yang menyelidiki hati. Lalu mengambil langkah untuk memperbaiki diri. Hasilnya, ia lebih tahan uji dibandingkan mereka yang tak pernah memeriksa batin sendiri dan malah asyik menilai apa yang tampak dari orang lain.

Sudahkah kita membangun kebiasaan untuk menyelidiki diri sendiri? Atau, kita hanya pintar "mengutak-atik" hidup orang lain dan marah apabila orang lain meneliti hidup kita? Mari memperbanyak waktu untuk melihat ke dalam diri supaya kita lebih waspada dan juga toleran terhadap orang lain. Orang yang selalu sedia memeriksa batinnya setiap saat ibarat seseorang yang rajin membersihkan rumahnya dari debu dan sampah. Hati kita pun akan bersih bila kita bersedia selalu membersihkannya bersama dengan Allah -DKL

BERANILAH MELIHAT KE DALAM DIRI
AGAR KELUAR BUAH YANG BAIK DARI HIDUP INI

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org