Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2007/02/06

Selasa, 6 Februari 2007

Bacaan   : Wahyu 2:1-7
Setahun : Keluaran 39-40; Matius 23:23-39
Nas       : Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula (Why. 2:4)

KEGAIRAHAN ROHANI

Mengapa kegairahan rohani begitu cepat pudar? Saat pertama kali mengalami kasih Allah, kita menghabiskan waktu berjam-jam untuk memikirkan-Nya, mempelajari firman-Nya, dan memberi tahu orang lain betapa berartinya Dia bagi kita. Lalu, terjadilah. Jadwal kita yang padat perlahan-lahan menurunkan gairah kita. Kerinduan kita kepada Yesus dan hasrat kita untuk mengenal sifat-Nya menjadi sambil lalu saja. Tentu sasaran kasih kita belum berubah!

Jemaat di Efesus juga bergumul untuk mempertahankan gairah rohani mereka. Yesus, melalui Yohanes, ingin membantu mereka memulihkan dan mempertahankan kasih serta antusiasme mereka bagi-Nya. Walau Yesus memuji pekerjaan jemaat gereja ini, Dia melihat mereka telah mengabaikan kasih mereka yang mula-mula, yakni diri-Nya (Why. 2:4).

Jemaat Efesus telah kehilangan gairah rohani mereka kepada Yesus. Gairah mereka menjadi dingin dan kolot. Saya bertanya-tanya apakah mereka telah membiarkan masalah agama dan kesibukan diam-diam merasuki hati mereka. Apa pun itu, sesuatu telah mencuri kasih yang tadinya mereka sediakan bagi Tuhan.

Pernahkah Anda membiarkan sesuatu mencuri gairah Anda? Jika ya, gairah Anda dapat dipulihkan dan dipertahankan jika Anda selalu ingat kasih-Nya yang menakjubkan, yang Dia tunjukkan di atas Kalvari. Bertobatlah dari kelakuan Anda yang penuh dosa dan tanpa kasih, serta dari kasih yang hilang bagi Yesus. Lakukan lagi yang semula Anda lakukan (ay. 5) -- MW

Hati yang semula penuh ketakjuban
Kini hampa dan membeku;
Kembalikan, ya Tuhan, ketakjuban itu,
Jangan lagi meredup dan layu. -- Sper

KESETIAAN KEPADA YESUS
MERUPAKAN KUNCI MENUJU GAIRAH ROHANI

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org